jpnn.com, JAKARTA - Bendahara Umum (Bendum) DPP PPP Imam Fauzan berharap pertengkaran internal di partainya bisa disudahi dan semua pihak fokus menguatkan soliditas.
Hal demikian dikatakan Fauzan saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) X Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jakarta, Selasa (6/1) kemarin.
BACA JUGA: Honorer Nondatabase tak Lulus PPPK Paruh Waktu Bakal Diberi Pelatihan
“Saya yakin teman-teman sudah paham tentang itu. Saya mohon, Pak, sudahlah, kita jangan bertengkar," kata dia dalam pidato ke hadapan kader DPW PPP, Selasa.
Dia berharap momentum Muswil X DPW PPP Jakarta mampu menukarkan soliditas internal ke berbagai elemen di partai.
BACA JUGA: Seluruh R2 hingga R4 Diangkat Jadi PPPK Paruh Waktu, Gaji Terendah Rp 750 Ribu
"Saya mohon, jadikan Jakarta dalam hal soliditas menjadi contoh untuk provinsi lain,” kata Fauzan.
Dia menuturkan Pemilu 2029 nantinya akan jauh lebih berat dibandingkan Pemilu 2024 bagi PPP. Sebab, partai perlu melalui tahapan verifikasi faktual.
BACA JUGA: Gaji PPPK Paruh Waktu Lebih Rendah dari Honorer, Banyak yang Kaget
Fauzan mengatakan target politik yang disusun secara realistis harus dipersiapkan jauh hari dengan syarat soliditas internal terselesaikan.
"Pada 2024 kita hanya melalui verifikasi administrasi, 2029 berbeda total, karena kita harus melalui verifikasi faktual,” katanya.
Fauzan dalam kesempatan yang sama menyebut PPP sudah melaksanakan 15 Muswil untuk struktur partai di tingkat provinsi.
Menurutnya, PPP pada 10 Januari mendatang sudah harus menyelesaikan Muswil di 24 DPW sebagaimana ketentuan partai.
"Ini (Jakarta) yang ke 15, intinya tanggal 10 (Januari) itu total 24 DPW (sudah Muswil)," ujar Fauzan.
Sementara itu, Ketua DPW PPP Provinsi Jakarta, Saiful Rahmat Dasuki menyebut pelaksanaan Muswil X pihaknya menjadi amanat AD/RT partai.
“Dalam AD/RT kami jelas tiga bulan setelah Muktamar, maka, wajib untuk musyawarah wilayah. Tiga bulan setelah Muswil, maka wajib untuk menyelenggarakan Muscab di seluruh pengurus tingkatan DPC di Jakarta ini,” ujar Saiful.
Menurutnya, tidak ada ruang tawar-menawar dalam menjalankan konstitusi partai. Sebab, AD/ART harus selalu menjadi tumpuan mengambil tindakan.
"Tidak ada tawar-menawar,” kata ex Wamenag.
Saiful turut menyinggung usia PPP yang telah mencapai 53 tahun serta dinamika internal yang telah dilalui.
“PPP sudah berusia 53 tahun dan partai ini memang didirikan oleh ulama. Maka dengan menjaga PPP, merawat PPP merawat membesarkan PPP, ini artinya kami merawat apa yang diwariskan oleh ulama-ulama,” ujar Syaiful.(ast/jpnn)
Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Aristo Setiawan



