GenPI.co - PBSI secara resmi menghapus mekanisme degradasi atlet Pelatnas Cipayung yang selama ini lazim dilakukan pada akhir tahun.
Kebijakan itu diambil setelah melalui evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan nasional serta dinamika kompetisi internasional yang makin padat.
Keputusan tersebut ditetapkan melalui Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) PBSI yang memutuskan tidak melakukan pemulangan maupun pemanggilan atlet pada penghujung 2025.
Langkah ini diambil berdasarkan pertimbangan struktur pelatnas, performa atlet, beban turnamen, serta efektivitas program jangka panjang.
"Keputusan ini merupakan bagian dari penataan ulang strategi pembinaan memperkuat stabilitas dan kesinambungan program latihan atlet Pelatnas Cipayung, terutama menghadapi agenda internasional yang sudah dimulai sejak awal Januari," tulis pernyataan resmi PBSI, Selasa (6/1).
PBSI menilai sistem promosi dan degradasi tahunan yang diterapkan pada periode sebelumnya sudah tidak sepenuhnya relevan dengan kondisi saat ini.
Hasil diskusi mendalam bersama jajaran pelatih, tim sport science, dan divisi teknis menunjukkan bahwa pelatnas kini memasuki fase yang membutuhkan stabilisasi komposisi atlet agar proses pembinaan berjalan optimal.
Meskipun degradasi akhir tahun ditiadakan, PBSI mengungkapkan standar penilaian terhadap atlet tetap diberlakukan secara ketat.
Kepala Bidang Binpres PBSI Eng Hian mengatakan evaluasi performa tetap dilakukan pelatih sektor masing-masing secara berkelanjutan.
"Peniadaan degradasi bukan berarti menghilangkan evaluasi. Jika atlet tidak memenuhi target performa yang telah ditetapkan, maka degradasi tetap bisa dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing atlet," ujar Eng Hian.
Sementara itu, sistem promosi atlet ke Pelatnas Cipayung akan tetap dilakukan melalui mekanisme Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI yang digelar setiap awal tahun.
Jumlah atlet yang direkrut disesuaikan dengan kebutuhan pelatnas serta kriteria yang ditetapkan Bidang Binpres.
Pada Peraturan Organisasi (PO) Nomor 012 Tahun 2025, disebutkan Seleknas diikuti 16 atlet tunggal dan 16 pasangan ganda.
Juara Kejurnas Taruna, atlet peringkat 15 besar nasional, atlet hasil pantauan Tim Pemandu Bakat, serta atlet yang disetujui Kabid Binpres dan Wakil Ketua Umum I PP PBSI berhak mengikuti seleksi, dengan syarat lolos verifikasi usia.(*)
Simak video pilihan redaksi berikut ini:





