Jakarta, VIVA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan menguji level 9.000 pada sesi perdagangan Rabu, 7 Januari 2026. Sebelumnya, IHSG menguat 0,84 persen atau 74,42 poin ke level 8.933,61 yang merupakan area penutupan perdagangan tertinggi sepanjang masa.
Analis Binaartha Sekuritas menuturkan, saat ini IHSG menghadapi titik resistance 8941. Jika berhasil tidak turun di bawah 8.714 dan menembus level 8.941 membuka peluang reli signifikan.
"Dalam jangka pendek IHSG berpotensi menuju 9.052. Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bullish," ungkap Ivan dikutip dari riset hariannya, Rabu, 7 Januari 2026.
- ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta, menambahkan secara teknikal bahwa IHSG terlihat mengalami uptrend. Ini didukung Stochastics K_D dan RSI yang menunjukkan sinyal positif bahkan volume pun menguat.
Dari domestik, Nafan menyoroti pernyataan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang menilai kinerja ekonomi 2025 cukup solid sebagai modal memperkuat pertumbuhan 2026. Khususnya melalui ekspor, manufaktur, dan permintaan domestik.
Adapun Bloomberg Intelligence memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung stabil. Tingkat produk domestik bruto (PDB) diperkirakan tumbuh 5,0 persen secara year on year (yoy), inflasi berada di level 2,75 persec secara tahunan, serta kemungkinan resesi dalam 12 bulan ke depan hanya sekitar 3 persen.
Nafan juga menyoroti bursa global terus mengalami penguatan didukung optimisme investor terhadap pertumbuhan, terutama di sektor teknologi dan energi. Investor juga mencerna pernyataan Gubernur Federal Reserve (The Fed), Stephen Miran, terkait sulitnya untuk memandang kebijakan moneter sebagai netral bahkan cenderung bersifat restriktif.
Penilain ini cenderung menghambat perekonomian. Miran juga mengatakan perlunya pemotongan suku bunga lebih dari 100 basis poin (bps) sepanjang tahun 2026.
Lebih lanjut, Ivan menetapkan titik support IHSG berada di area 8.839, 8.714, 8.599 dan 8.493. Sedangkan titik resistance pada level 8.941, 9.052 dan 9.169.
Ivan membocorkan sejumlah emiten saham potensial cuan yang menarik untuk para investor cermati antara lain:
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)
- Rekomendasi : Buy on Weakness
- Area beli : 1.350-1.410
- Target harga : 1.385
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)
- Rekomendasi : Take Profit
- Target harga : 1.990
PT Bukit Asam Tbk (PTBA)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5466039/original/098974900_1767792917-Presiden_Prabowo_Subianto_di_Karawang.jpeg)

