Ini Topik Aman Membuka Obrolan dengan Orang yang Lebih Tua

beritajatim.com
1 hari lalu
Cover Berita

Surabaya (beritajatim.com)- Berhadapan dengan orang yang lebih tua sering kali memunculkan rasa canggung, terutama ketika harus memulai obrolan. Situasi ini kerap terjadi di acara keluarga, lingkungan kerja, atau pertemuan resmi. Tak jarang, basa-basi terasa sulit karena takut salah bicara atau dianggap kurang sopan. Padahal, percakapan ringan berfungsi sebagai jembatan untuk mencairkan suasana. Obrolan dapat berlangsung lebih nyaman dan alami asalkan paham bagaimana memilih topik yang aman.

Perbedaan usia biasanya diiringi perbedaan pengalaman hidup dan cara pandang. Maka dari itu, topik yang aman membantu menjaga percakapan tetap netral. Misalnya, membuka obrolan dengan pertanyaan sederhana seperti, “Sekarang lagi sibuk apa, Pak?” memberi kesempatan lawan bicara untuk bercerita tanpa merasa tertekan. Saat ia menjawab tentang aktivitas hariannya, respons singkat seperti, “Wah kelihatannya tetap aktif, ya,” sudah cukup untuk menunjukkan ketertarikan sekaligus sikap menghargai. Berikut ini beberapa topik untuk memulai pembicaraan dengan orang yang lebih dewasa.

Topik Seputar Keseharian
Keseharian menjadi pilihan paling aman karena bersifat umum dan mudah dikembangkan. Percakapan bisa dimulai dari hal sederhana seperti cuaca atau aktivitas rutin. Bisa dimulai dengan mengatakan, “Akhir-akhir ini sering hujan, ya,” lalu disambut dengan cerita bahwa lawan bicara jadi lebih sering di rumah, obrolan dapat dilanjutkan dengan respons ringan seperti, “Iya, jadi enaknya memang cari yang hangat-hangat.” Topik seperti ini tidak menuntut jawaban panjang, tetapi cukup untuk mencairkan suasana.

Pengalaman dan Cerita Masa Lalu
Banyak orang yang lebih tua senang membagikan cerita dari masa lalu, terutama jika ditanya dengan cara yang sopan. Pertanyaan seperti, “Dulu Ibu sempat bekerja di bidang apa?” sering kali membuka ruang cerita yang lebih luas. Saat mereka mulai bercerita, cukup menanggapi dengan kalimat seperti, “Wah, pasti banyak pengalamannya,” sudah membuat mereka merasa didengarkan dan dihargai tanpa perlu menyela terlalu banyak.

.u0558381d3b53d562ea5515a03214d119 { padding:0px; margin: 0; padding-top:1em!important; padding-bottom:1em!important; width:100%; display: block; font-weight:bold; background-color:#eaeaea; border:0!important; border-left:4px solid #D35400!important; text-decoration:none; } .u0558381d3b53d562ea5515a03214d119:active, .u0558381d3b53d562ea5515a03214d119:hover { opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; text-decoration:none; } .u0558381d3b53d562ea5515a03214d119 { transition: background-color 250ms; webkit-transition: background-color 250ms; opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; } .u0558381d3b53d562ea5515a03214d119 .ctaText { font-weight:bold; color:#464646; text-decoration:none; font-size: 16px; } .u0558381d3b53d562ea5515a03214d119 .postTitle { color:#000000; text-decoration: underline!important; font-size: 16px; } .u0558381d3b53d562ea5515a03214d119:hover .postTitle { text-decoration: underline!important; }
Baca Juga:  Oleh-Oleh Khas Surabaya yang Wajib Diborong Sebelum Pulang

Topik Keluarga dan Lingkungan Sekitar
Topik keluarga dan lingkungan sekitar juga relatif aman selama tidak terlalu masuk ke ranah pribadi. Bertanya hal umum seperti, “Sekarang tinggal di daerah sini juga, Pak?” dapat berkembang menjadi obrolan tentang suasana lingkungan. Ketika lawan bicara menjawab bahwa lingkungannya cukup tenang, bisa ditimpali dengan, “Kelihatannya memang nyaman untuk ditinggali,” bisa menciptakan kesan akrab tanpa terkesan ingin tahu berlebihan.

Hal yang Sebaiknya Dihindari Saat Basa-basi
Meski banyak topik aman, ada pula pembahasan yang sebaiknya dihindari. Alih-alih menyinggung isu sensitif secara langsung, pilihlah kalimat yang lebih netral. Daripada mengatakan, “Sekarang hidup makin susah, ya?” yang bisa memicu diskusi panjang, lebih aman menggunakan ungkapan umum seperti, “Sekarang memang banyak perubahan, ya.” Cara ini menjaga percakapan tetap ringan dan tidak mengarah pada perdebatan.

Pada akhirnya, basa-basi dengan orang yang lebih tua tidak harus terasa kaku atau menegangkan. Dengan memilih topik yang aman, menyisipkan pertanyaan ringan, dan memberi respons yang sopan, percakapan dapat mengalir secara alami. Basa-basi bukan sekadar obrolan singkat, melainkan langkah awal untuk membangun hubungan yang lebih hangat dan saling menghargai. [Nazala Habibah Fathyadin]


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Diperiksa 10 Jam Sebagai Tersangka Ijazah Palsu, Wagub Babel Tak Ditahan Polisi
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Polri Selidiki Edit Foto Cabul Berbasis AI Grok di X
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pertacami Siapkan 11 Atlet MMA Indonesia untuk Lolos ke Asian Games
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
IHSG Resmi Masuk Level Bersejarah 9.000, Ini Alasan Saham RI Menggila
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Prabowo Sebut PKB Harus Diawasi, Cak Imin Tegaskan Hanya Guyonan & Tak Ada Manuver Politik
• 14 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.