Pemerintah Alokasikan Anggaran Rp 335 Triliun untuk MBG pada 2026

kompas.com
1 hari lalu
Cover Berita

BOGOR, KOMPAS.com - Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 335 triliun untuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026.

Hal tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi usai retret kabinet sekaligus Taklimat Awal Tahun dari Presiden Prabowo Subianto, di Padepokan Garuda Yaksa, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).

"Tahun 2026 yang akan datang sudah dialokasikan kurang lebih Rp335 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis," ujar Prasetyo usai retret kabinet, Selasa.

Baca juga: Arahan Prabowo untuk Para Menteri di Awal 2026: Kerja Cepat hingga Jangan Korupsi

Prasetyo juga menyampaikan pesan Prabowo, di mana Presiden meminta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meningkatkan prosedurnya dalam pelaksanaan program MBG.

Prabowo, kata Prasetyo, ingin program MBG bisa berjalan maksimal untuk para penerima manfaat yang ada di seluruh Indonesia.

var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=Prabowo Subianto, Mensesneg, Retret Kabinet Merah Putih, retret kabinet prabowo, Retret Kabinet, MBG, Makan Bergizi Gratis, Program MBG, retret prabowo, Anggaran MBG 2026, mbg 2026, Program MBG 2026, retret prabowo di hambalang, Prasetyo Hadi&post-url=aHR0cHM6Ly9uYXNpb25hbC5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wNy8wODQ2MDc4MS9wZW1lcmludGFoLWFsb2thc2lrYW4tYW5nZ2FyYW4tcnAtMzM1LXRyaWxpdW4tdW50dWstbWJnLXBhZGEtMjAyNg==&q=Pemerintah Alokasikan Anggaran Rp 335 Triliun untuk MBG pada 2026§ion=Nasional' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `
${response.judul}
Artikel Kompas.id
`; document.querySelector('.kompasidRec').innerHTML = htmlString; } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } }); xhr.open("GET", endpoint); xhr.send();

"Beliau (Prabowo) menghendaki untuk disiplin prosedur itu ditingkatkan. Karena menurut catatan dari Kepala BGN di bulan Desember masih ada kurang lebih 15 kejadian, yang Bapak Presiden meminta semaksimal mungkin ini tidak boleh lagi terjadi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan," ujar Prasetyo.

Baca juga: Pesan Prabowo ke Menteri: Harus Out of The Box dan Tinggalkan Ego Sektoral

Klaim 99,99 Persen Berhasil

Adapun dalam Taklimat Awal Tahun, Prabowo mengeklaim program MBG dapat dikatakan berhasil 99,99 persen.

Ia berharap, program ini terus disempurnakan agar tidak ada satupun kesalahan yang diterima penerima manfaat.

"Kita bersyukur bahwa kalau kita pelajari dengan objektif statistik, boleh dikatakan bahwa kita 99 persen berhasil. Jadi saudara tentunya kita harapkan zero defect itu yang harus kita capai," kata Prabowo.

Baca juga: Prabowo Bentuk Satgas Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Apa Bedanya dengan BNPB?

Kendati demikian, ia menyatakan tidak ingin cepat puas atas capaian tersebut. Segala kekurangan tetap harus diatasi hingga sempurna 100 persen.

Ia pun mengakui, program ini masih ada kekurangan dan penyimpangan. Prabowo menjelaskan, pemerintah terus mengatasi kekurangan tersebut.

"Langkah-langkah pengamanan terus kita lakukan. Tapi intinya adalah bahwa kita intervensi," tutur Prabowo.

Baca juga: Prabowo Minta Disiplin Pelaksanaan MBG Ditingkatkan

Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden Presiden Prabowo Subianto sesaat sebelum memberikan taklimat awal tahun dalam retreat di kediamannya di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026).

Saat ini jumlah penerima manfaat program MBG disebut telah mencapai 55 juta dari pertama kali dicanangkan pada 6 Januari 2025.

Menurut Prabowo, hal ini adalah sesuatu yang membanggakan lantaran perkembangan program serupa di negara lain tidak semasif Indonesia.

Lebih lanjut ia menjelaskan, alasan membuat program MBG sangat sederhana, yakni fakta bahwa rata-rata 1 dari 5 anak Indonesia masih kekurangan gizi.

Fenomena itu adalah bentuk malanutrisi dan stunting. Pertumbuhan anak-anak tersebut tidak normal, sehingga badannya pun sangat lemah.

Baca juga: Prabowo Dorong Percepatan Pembangunan Kampung Nelayan dalam Retret Kabinet

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-for-outstream'); });
.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
LazyLoadSlot("div-gpt-ad-Zone_OSM", "/31800665/KOMPAS.COM/news", [[300,250], [1,1], [384, 100]], "zone_osm", "zone_osm"); /** Init div-gpt-ad-Zone_OSM **/ function LazyLoadSlot(divGptSlot, adUnitName, sizeSlot, posName, posName_kg){ var observerAds = new IntersectionObserver(function(entires){ entires.forEach(function(entry) { if(entry.intersectionRatio > 0){ showAds(entry.target) } }); }, { threshold: 0 }); observerAds.observe(document.getElementById('wrap_lazy_'+divGptSlot)); function showAds(element){ console.log('show_ads lazy : '+divGptSlot); observerAds.unobserve(element); observerAds.disconnect(); googletag.cmd.push(function() { var slotOsm = googletag.defineSlot(adUnitName, sizeSlot, divGptSlot) .setTargeting('Pos',[posName]) .setTargeting('kg_pos',[posName_kg]) .addService(googletag.pubads()); googletag.display(divGptSlot); googletag.pubads().refresh([slotOsm]); }); } }

Ia lantas mengingat kata-kata Presiden ke-1 Soekarno yang menyatakan bahwa perut lapar tidak bisa menunggu.

"Saya ingat kata-kata pendahulu-pendahulu kita, satu ucapan Bung Karno 'The hungry stomach cannot wait', perut yang lapar tidak bisa menunggu. Pemimpin yang bertanggung jawab, pemimpin yang punya hati, pemimpin yang punya kepedulian harus bekerja keras untuk menghilangkan kelaparan dan kemiskinan," kata Prabowo.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kemlu Pastikan Kawal Kasus Anak WNI Ditahan di Yordania 
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Ramai Liburan Akhir Tahun Pakai EV, Konsumsi Listrik SPKLU Naik 479%!
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
BRI Super League: Federico Barba Segera Tinggalkan Persib? Ini Kata Bojan Hodak
• 1 jam lalubola.com
thumb
BPJN Aceh Kebut Pembersihan 50 Titik Longsor di Jalur Nasional Takengon-Gayo Lues
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jadwal SIM Keliling Bandung Hari Ini 8 Januari 2026, Cek Lokasinya
• 9 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.