Boni Hargens: Rekomendasi Kompolnas untuk Reformasi Polri Bersifat Normatif

viva.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Analis Hukum dan Politik senior, Boni Hargens menilai rekomendasi yang diberikan Kompolnas ke Presiden Prabowo Subianto terkait agenda reformasi Polri, bersifat normatif dan tidak memberikan kejutan atau terobosan yang signifikan. 

Menurutnya, rekomendasi tersebut bahkan sudah dijalankan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melalui agenda transformasi internal yang direalisasikan selama ini.

Baca Juga :
5 Penyidik jadi Kapolres, Ketua KPK: Masa Kerja Sudah Lama, Butuh Proses Penyegaran
Polri Telah Bangun 177 Titik Sumur Bor Air di Aceh Tamiang

"Saya katakan rekomendasi ini normatif karena sifat rekomendasi yang konvensional dan sudah umum dikenal dalam diskursus reformasi kepolisian. Apalagi esensi rekomendasi tersebut sebenarnya selaras dengan agenda transformasi internal Polri yang telah digagas oleh Kapolri Listyo Sigit dan sedang dijalankan oleh institusi Polri saat ini," ujar Boni Hargens dalam keterangannya, Rabu, 7 Januari 2026.

Pelantikan Komisi Reformasi Polri di Istana Merdeka
Photo :
  • Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden

Menurut Boni, rekomendasi Kompolnas tersebut bisa dirangkum dalam 4 poin penting, pertama, profesionalitas yang berkaitan dengan peningkatan kompetensi dan standar kerja yang tinggi dalam setiap aspek pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Kedua, akuntabilitas menyangkut transparansi dan pertanggungjawaban dalam setiap tindakan dan kebijakan yang diambil oleh institusi Polri.

Ketiga, humanisme, yakni komitmen moral untuk menghormati hak asasi manusia dan pendekatan yang manusiawi dalam penegakan hukum. Keempat, responsivitas,  mengacu pada kemampuan untuk merespon kebutuhan masyarakat dengan cepat dan tepat dalam berbagai situasi.

"Keselarasan ini menunjukkan bahwa terdapat kontinuitas dalam visi reformasi kepolisian, namun juga mengindikasikan perlunya inovasi lebih lanjut agar reformasi dapat menghasilkan dampak yang lebih substantif dan terukur," tandasnya.

Boni Hargens menegaskan bahwa yang sesungguhnya dibutuhkan Polri adalah pendekatan reformatif yang komprehensif, yang tidak hanya mempertimbangkan idealisme perubahan tetapi juga realitas di lapangan. Menurut dia, pendekatan ini harus mampu menjembatani harapan masyarakat akan institusi kepolisian yang lebih baik dengan kondisi faktual yang dihadapi Polri dalam menjalankan tugas dan fungsinya sehari-hari.

"Reformasi kepolisian tidak dapat dipandang sebagai proses yang linear dan sederhana. Diperlukan pemahaman mendalam tentang kompleksitas organisasi, budaya kerja, keterbatasan sumber daya, serta tantangan eksternal yang mempengaruhi kinerja institusi kepolisian. Tanpa pemahaman holistik ini, upaya reformasi berisiko menjadi sekadar wacana normatif yang sulit diimplementasikan secara efektif," jelas dia.

Baca Juga :
Operasi Lilin 2025, Kakorlantas Sebut Angka Korban Meninggal Kecelakaan Turun 27 Persen
Polri Didesak Usut Kasus Candaan Pandji Pragiwaksono soal Adat Toraja
Tingkat Pelayanan ke Masyarakat jadi Sorotan Kompolnas Buat Reformasi Polri

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jaksa Incar Aset Mewah Nadiem, Izin Sita Tanah-Bangunan di Dharmawangsa Diajukan ke Hakim
• 4 jam lalusuara.com
thumb
Serangan AS ke Venezuela Dinilai Langgar Hukum Internasional dan Piagam PBB
• 13 jam lalukompas.com
thumb
UU APBN 2026 Resmi Dipublikasikan, Pendapatan Negara Dipatok Rp3.153 Triliun
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
Ekspansi Dexter ke Indonesia Perkuat Persaingan Skincare Bayi, Intip Yuk Moms!
• 13 jam laluherstory.co.id
thumb
Tangis Keluarga Pecah di Lokasi Banjir Bandang Sitaro, Dua Korban Masih Hilang
• 11 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.