MerahPutih.com - Perpolitikan global tengah panas pasca penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, oleh otoritas Amerika Serikat.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi memastikan, konflik yang memanas antara Amerika Serikat dan Venezuela tidak menganggu perundingan tarif impor yang tengah dirundingkan Indonesia dengan negeri adidaya tersebut.
Prasetyo menyatakan, perundingan dengan AS masih sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
"Jadi, sesuai dengan schedule tanggal 12 sampai tanggal 19 ini adalah penyusunan legal drafting," kata Prasetyo, usai mengikuti retreat di Hambalang, Bogor, dikutip Rabu (7/1).
Baca juga:
Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro Jadi Ajang Taruhan, Penjudi Kripto Anonim Raup Cuan Rp 6,6 Miliar
Adapun, kunjungan Presiden RI, Prabowo Subianto, ke AS untuk meneken perjanjian juga akan bergantung dari hasil kesepakatan yang dirundingkan pertengahan Januari ini.
"Tergantung nanti hasil dari 12 sampai 19 Januari," ujar Prasetyo
Prasetyo berharap, kesepakatan dapat dicapai saat kedua negara menyusun legal drafting tersebut.
"Kami harapkan di dalam penyusunan legal drafting kesepakatan tersebut sudah bisa dituangkan dan harapannya di akhir bulan sudah bisa kami tandatangani," kata dia.
Baca juga:
Krisis Venezuela Jadi Alarm Keras, DPR Desak Ketahanan Energi Nasional Diperkuat
Menurutnya, posisi Indonesia konsisten menghormati kedaulatan masing-masing negara. Prasetyo menambahkan, Prabowo meminta jajaran kabinet tetap memfokuskan perhatian pada agenda dan kepentingan domestik.
"Kita lebih baik konsentrasi di dalam. Sudah disampaikan oleh Pak Menlu bahwa itu menjadi urusan masing-masing negara," pungkasnya. (knu)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5461744/original/067341400_1767436896-5.jpg)



