Jakarta (ANTARA) — Pertumbuhan pesat sektor perdagangan daring di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mendorong perubahan signifikan dalam pola pengemasan dan distribusi barang. Pelaku usaha online shop kini semakin mengandalkan plastik polymailer sebagai alternatif kemasan utama untuk pengiriman, menggantikan penggunaan kardus yang dinilai kurang efisien untuk produk tertentu.
Plastik polymailer banyak digunakan karena bobotnya ringan, hemat ruang, serta relatif lebih murah dari sisi biaya logistik. Selain itu, material plastik yang tahan air dan debu dinilai cukup memadai untuk melindungi barang non-fragile selama proses pengiriman, khususnya pada pengiriman jarak menengah hingga jauh.
Pelaku logistik mencatat bahwa meningkatnya volume pengiriman e-commerce turut mendorong kebutuhan akan kemasan yang dapat menekan ongkos kirim. Dalam sistem penghitungan berat volumetrik, kemasan berukuran ringkas seperti polymailer membantu penjual menjaga biaya distribusi tetap kompetitif di tengah persaingan harga yang ketat.
Di lapangan, terdapat sejumlah ukuran polymailer yang paling umum digunakan penjual online.
Ukuran kecil, seperti 20 x 30 sentimeter, lazim dimanfaatkan untuk produk ringan seperti pakaian satuan, dokumen, dan aksesori. Ukuran ini dinilai efisien karena meminimalkan ruang kosong dan berat kiriman.
Ukuran menengah, seperti 25 x 35 sentimeter dan 30 x 40 sentimeter, banyak digunakan untuk pengiriman pakaian, tas kecil, atau pesanan bundling. Sementara itu, polymailer berukuran lebih besar, yakni 35 x 45 sentimeter hingga 40 x 50 sentimeter, dipilih untuk barang dengan volume lebih besar, termasuk jaket tebal atau pengiriman dalam jumlah banyak.
Pengamat e-commerce menilai pemilihan ukuran kemasan menjadi aspek penting dalam manajemen operasional penjual online. Ukuran yang tidak sesuai berpotensi meningkatkan risiko kerusakan barang atau menambah biaya pengiriman secara tidak perlu. Karena itu, pengetahuan mengenai karakteristik kemasan dinilai sama pentingnya dengan strategi pemasaran dan pemilihan jasa logistik.
Seiring tren belanja daring yang terus meningkat, kebutuhan akan kemasan pengiriman yang praktis dan efisien diperkirakan tetap tumbuh. Polymailer dinilai akan terus menjadi solusi utama bagi pelaku usaha kecil hingga menengah dalam menjaga efisiensi distribusi dan kualitas layanan kepada konsumen di tengah dinamika industri e-commerce nasional.
Plastik polymailer banyak digunakan karena bobotnya ringan, hemat ruang, serta relatif lebih murah dari sisi biaya logistik. Selain itu, material plastik yang tahan air dan debu dinilai cukup memadai untuk melindungi barang non-fragile selama proses pengiriman, khususnya pada pengiriman jarak menengah hingga jauh.
Pelaku logistik mencatat bahwa meningkatnya volume pengiriman e-commerce turut mendorong kebutuhan akan kemasan yang dapat menekan ongkos kirim. Dalam sistem penghitungan berat volumetrik, kemasan berukuran ringkas seperti polymailer membantu penjual menjaga biaya distribusi tetap kompetitif di tengah persaingan harga yang ketat.
Di lapangan, terdapat sejumlah ukuran polymailer yang paling umum digunakan penjual online.
Ukuran kecil, seperti 20 x 30 sentimeter, lazim dimanfaatkan untuk produk ringan seperti pakaian satuan, dokumen, dan aksesori. Ukuran ini dinilai efisien karena meminimalkan ruang kosong dan berat kiriman.
Ukuran menengah, seperti 25 x 35 sentimeter dan 30 x 40 sentimeter, banyak digunakan untuk pengiriman pakaian, tas kecil, atau pesanan bundling. Sementara itu, polymailer berukuran lebih besar, yakni 35 x 45 sentimeter hingga 40 x 50 sentimeter, dipilih untuk barang dengan volume lebih besar, termasuk jaket tebal atau pengiriman dalam jumlah banyak.
Pengamat e-commerce menilai pemilihan ukuran kemasan menjadi aspek penting dalam manajemen operasional penjual online. Ukuran yang tidak sesuai berpotensi meningkatkan risiko kerusakan barang atau menambah biaya pengiriman secara tidak perlu. Karena itu, pengetahuan mengenai karakteristik kemasan dinilai sama pentingnya dengan strategi pemasaran dan pemilihan jasa logistik.
Seiring tren belanja daring yang terus meningkat, kebutuhan akan kemasan pengiriman yang praktis dan efisien diperkirakan tetap tumbuh. Polymailer dinilai akan terus menjadi solusi utama bagi pelaku usaha kecil hingga menengah dalam menjaga efisiensi distribusi dan kualitas layanan kepada konsumen di tengah dinamika industri e-commerce nasional.


