Berbeda dari retret pertama yang diselenggarakan di Akademi Militer (Akmil) Magelang. Retret kedua Kabinet Merah Putih II berlokasi di Hambalang. Presiden menyampaikan arahan dan juga evaluasi sekaligus menguji soliditas koalisi.
Staf khusus Kantor Staf Presiden (KSP) Timothy Irvan Triyono mengatakan perbedaan lokasi retret adalah hal yang lumrah.
"Retret digelar di Hambalang sebab presiden mempertimbangkan situasi dan kondisi yang terjadi di dalam negeri belakangan ini ya, terutama dengan adanya bencana di tiga provinsi. Presiden juga ingin sebuah retret yang efisien, nyaman, tidak memakan biaya yang besar dan apalagi kini lokasinya berada di Hambalang yang dekat dengan kediaman presiden," kata dia dalam Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Rabu, 7 Januari 2026.
"Presiden sedang ingin menempa, sedang ingin mengevaluasi dan memberi pembekalan kepada 'Hambalang men' dan 'Hambalang women'," ucapnya.
Baca Juga :
Presiden Disebut Bakal Umumkan Indonesia Swasembada Beras Saat Panen Raya di KarawangKata dia, bagian dari retret yang digelar tertutup adalah evaluasi kinerja kabinet dan pembahasan geopolitik internasional.
"Kemarin itu berlangsung kurang lebih delapan jam yang dipimpin oleh langsung oleh Presiden bersama Wapres. Tentu yang dibahas adalah evaluasi kinerja satu tahun lalu dan langkah-langkah ke depan juga dalam menghadapi dinamika politik dalam negeri maupun situasi global," ujarnya.
Presiden juga mendengarkan pemaparan dari kurang lebih 10 menteri yang melaporkan keberhasilan kinerja seperti lifting minyak sesuai dengan target APBN. Lalu juga disampaikan berkaitan dengan menteri sosial berkaitan dengan sekolah rakyat yang sudah berjalan operasionalnya.
"Pada prinsipnya beliau ingin menekankan bahwa agar dilakukan percepatan- percepatan berkaitan dengan program prioritas dan PHTC. Semisal program makan bergizi gratis itu kan ditargetkan menjangkau hampir 83 juta penerima manfaat dan per 6 Januari kemarin sudah tercapai 55 juta penerima manfaat. Artinya masih ada sekitar 28 juta lagi target yang masih harus dikejar oleh BGN," sambungnya.




