Caracas Mencekam: Rentetan Tembakan di Istana, Drone Misterius, dan Bayang-bayang Kudeta

erabaru.net
1 hari lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Senin malam, 5 Januari 2026 hingga dini hari Selasa, 6 Januari 2026, warga ibu kota Caracas terkejut oleh rentetan tembakan intens dan suara tembakan udara yang berkepanjangan di sekitar Istana Kepresidenan Miraflores, pusat pemerintahan Venezuela. Insiden ini terjadi di tengah suasana ketidakstabilan politik dan militer menyusul operasi penangkapan mantan Presiden Nicolás Maduro oleh militer Amerika Serikat beberapa hari sebelumnya.

Ledakan Suara Tembakan dan Aktivitas Militer di Jalanan

Pada sekitar pukul 20: 00 waktu setempat pada 5 Januari, warga merekam suara tembakan yang sangat banyak, termasuk tembakan ke udara yang tampak seperti tembakan dari sistem pertahanan udara antipesawat, bersamaan dengan lalu-lalang kendaraan lapis baja militer dan pasukan bersenjata di jalanan sekitar istana. Banyak saksi mengunggah video yang menunjukkan polisi bersenjata dan pasukan berpakaian militer dengan pengamanan ketat, berjalan di jalan-jalan di sebelah utara kompleks kepresidenan.

Laporan warga Internet juga mengungkap adanya kendaraan lapis baja amfibi Korps Marinir dalam terowongan di bagian utara Caracas, yang memicu kekhawatiran akan kemungkinan kudeta mendadak di tengah ketegangan nasional.

Penyebab Utama: ‘Drone Tak Dikenal’ dan Kesalahpahaman Internal

Beberapa jam kemudian, pemerintah Venezuela angkat bicara. Instansi terkait menyatakan bahwa rentetan tembakan itu dipicu oleh deteksi sejumlah drone tak dikenal yang terbang di atas kompleks Istana Miraflores. Pasukan keamanan, dalam kondisi tegang, membuka tembakan sebagai respons terhadap penampakan drone ini.

Menurut pernyataan kemudian, drone tersebut ternyata milik militer Venezuela sendiri, yang diterjunkan untuk peninjauan dan pengamanan tambahan — namun miskomunikasi internal dan kurangnya koordinasi menyebabkan unit-unit militer bereaksi berlebihan hingga terjadi salah tembak.

Situasi Mulai Mereda

Memasuki pagi 6 Januari 2026, intensitas tembakan mereda signifikan. Meski demikian, patroli militer dan kepolisian tetap berjaga di titik-titik strategis di seluruh penjuru kota, mencerminkan kondisi yang masih jauh dari stabilitas normal. Para pejabat setempat menyatakan bahwa situasi “dalam kendali”, tetapi ketegangan masih terasa di antara warga.

Konteks Lebih Luas: Transisi Kekuasaan dan Status Politik Venezuela

3 Januari 2026 — Operasi Militer AS dan Penangkapan Maduro

Peristiwa tembakan ini terjadi beberapa hari setelah operasi militer besar-besaran Amerika Serikat di Caracas pada 3 Januari 2026, yang dikenal sebagai bagian dari Operation Absolute Resolve. Dalam operasi tersebut, pasukan AS menyerbu ibu kota dan berhasil menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dalam serangan dini hari. Mereka kemudian dibawa ke Amerika Serikat untuk menghadapi tuduhan hukum federal.

Maduro dan Flores muncul di pengadilan federal di New York pada 5 Januari 2026, di mana keduanya memasukkan pembelaan “not guilty” (tidak bersalah) terhadap berbagai dakwaan, termasuk konspirasi narkoterrorisme dan perdagangan narkoba.

3–5 Januari 2026 — Delcy Rodríguez Dilantik sebagai Presiden Sementara

Pasca penangkapan Maduro, Delcy Rodríguez, yang sebelumnya menjabat Wakil Presiden Venezuela, berstatus sebagai Presiden Sementara mulai tanggal 3 Januari 2026 setelah penggulingan Maduro. Pelantikan resminya berlangsung pada Senin, 5 Januari 2026 di tengah sorotan publik dan dinamika politik sengit.

Dalam pernyataannya, Delcy menyampaikan ajakan kerja sama kepada Amerika Serikat untuk membangun hubungan berdasarkan hukum internasional dan saling menghormati.

Tokoh-kekuatan politik lain seperti Jorge Rodríguez (Ketua Majelis Nasional) dan Diosdado Cabello (Menteri Dalam Negeri, dikenal sebagai figur garis keras revolusi Chávez) terlihat aktif memimpin patroli bersenjata di kawasan ibu kota selama krisis berlangsung.

Reaksi Publik, Protes, dan Ketegangan Sosial

Aksi protes besar terjadi di Caracas dalam beberapa hari terakhir, dengan ribuan pendukung Maduro turun ke jalan untuk menolak intervensi AS dan menyerukan dibebaskannya pemimpin mereka.

Sementara itu, kelompok milisi pro-Maduro atau colectivos turut mengambil peran di lapangan, beberapa dikabarkan mengincar pendukung pihak yang mendukung operasi AS, yang semakin memperuncing suasana ketidakpastian.

Penutup: Perencanaan Operasi dan Dampak Jangka Panjang

Pihak militer Amerika Serikat sendiri merilis foto-foto resmi sebelum operasi penangkapan, yang menampilkan jet tempur F-35 bersiap di landasan udara wilayah Puerto Rico — gambaran bahwa operasi ini dirancang dengan persiapan matang dan keyakinan tinggi.

Kendati demikian, kritikus internasional, termasuk Kantor HAM PBB, mengecam tindakan militer AS sebagai pelanggaran hukum internasional yang berpotensi merusak stabilitas global, seraya menyerukan penyelesaian politik yang ditentukan oleh rakyat Venezuela sendiri.

Kesimpulan: Insiden tembakan di Caracas pada malam 5–6 Januari 2026 mencerminkan ketegangan tinggi di tengah transisi kekuasaan yang penuh kontroversi, setelah operasi militer dan penangkapan mantan presiden Venezuela. Meskipun segera terkendali, peristiwa ini menyoroti betapa rapuhnya stabilitas negara tersebut di tengah pergolakan politik dan intervensi internasional.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hasil Serie A: Inter Milan Tak Terbendung Kalahkan Parma 2-0 Tanpa Balas!
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Komdigi Pelototi Penyalahgunaan Grok AI di Paltform X
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
BRI Region 6/Jakarta 1 Laksanakan Upacara Peringatan Bela Negara Tahun 2025
• 7 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Presiden Prabowo: Kita Tidak Akan Merdeka Tanpa Jasa Petani
• 6 jam lalujpnn.com
thumb
Panas! China Ngamuk AS "Curi" Jatah Pasokan Minyak dari Venezuela
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.