Pascabanjir Aceh Tamiang, Sekolah Jadi Obat Rindu dan Pemulihan Murid

tvrinews.com
1 hari lalu
Cover Berita

Penulis: Krisafika Taraisya Subagio

TVRINews, Aceh Tamiang

Keceriaan perlahan kembali menyelimuti SMAN 4 Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, seiring dimulainya kembali aktivitas belajar mengajar pascabanjir bandang yang melanda wilayah tersebut sebulan lalu.

Bagi para murid, kembali ke sekolah bukan sekadar rutinitas, melainkan momen pemulihan setelah duka akibat bencana.

Denico Felix Batubara (17), murid kelas XI, mengaku momen masuk sekolah kembali menjadi hal yang paling ia nantikan. Setelah sebulan lebih tak bertemu teman-temannya akibat bencana, suasana sekolah menghadirkan kembali rasa bahagia yang sempat hilang.

"Pertama kali masuk ke sekolah, bertemu teman-teman, rasa bahagia itu mulai muncul lagi," kata Denico dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Rabu, 7 Januari 2026.

Bagi Denico, kebersamaan dengan teman dan guru menjadi penguat setelah masa sulit yang ia lalui. Ia mengaku sangat merindukan momen sederhana di sekolah.

"Momen paling saya kangen pada saat duduk-duduk saling bercerita. Cita-cita yang ingin kami raih atau lelucon-lelucon yang kami bicarakan," ungkap Denico.

Meski kondisi sekolah dan siswa masih serba terbatas, semangat untuk belajar tetap terjaga. Denico mengungkapkan, sejumlah temannya tetap datang ke sekolah meski terdampak parah oleh banjir.

"Ada teman saya yang rumahnya hanyut, tapi tetap datang ke sekolah. Bahkan saya ke sekolah sekarang ini pakai baju pinjam. Sepatu juga. Semua perlengkapan sudah tidak ada lagi," tutur Denico.

Kerinduan terhadap aktivitas belajar juga dirasakan Denico, terutama saat bekerja kelompok. Menurutnya, diskusi bersama teman-teman membantu mengasah daya pikir sekaligus mempererat kebersamaan.

"Kangen kerja kelompok karena memicu daya berpikir kritis," imbuh Denico.

Hal serupa dirasakan Nabila Safitri Rahayu (17), murid kelas XII. Ia menyebut kembalinya ke sekolah sebagai momen yang mengharukan setelah libur mendadak tanpa kepastian akibat bencana.

"Sebulan tanpa aba-aba. Libur begitu saja karena bencana. Rasanya mengganjal karena tidak ada salam perpisahan," ujar Nabila.

Saat kembali bertemu, Nabila dan teman-temannya banyak berbagi cerita tentang pengalaman pahit selama bencana. Namun, cerita itu justru menjadi sarana untuk saling menguatkan.

"Kami sudah menerima itu, jadi kami ceritanya sambil ketawa-ketawa," ucap Nabila.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kemendagri Sebut Pemulihan Pascabencana Aceh Harus Cepat Jelang Ramadan
• 13 jam laludetik.com
thumb
IHSG Hari Ini Diprediksi Tembus 9.000, Saham ASII-TLKM Layak Dipantau
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Istri Dirdik KPK Jabat Kapolres Metro Bekasi
• 6 jam lalujpnn.com
thumb
AS Pegang Kendali Penjualan Minyak Venezuela
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Densus 88 Ungkap Pemicu Anak Terpapar Konten Kekerasan
• 12 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.