Tiga siswa Sinarmas World Academy (SWA) berhasil meraih penghargaan Inisiatif Keberlanjutan Terbaik (K-12) di ajang EDUtech Asia 2025 Awards Singapore.
Penghargaan tersebut diberikan untuk pengembangan OceanVoyager, kendaraan bawah air yang dioperasikan jarak jauh yang dirancang untuk mendukung pemulihan terumbu karang akibat kenaikan suhu laut.
OceanVoyager dikembangkan siswa bernama Carlos, Samarth, dan Ruoyi. Ketiganya membuktikan bahwa siswa SMA tak kalah inovatif dalam menciptakan dampak nyata dengan mengembangkan teknologi.
Tak hanya itu, tim RoboKnights SWA yang terdiri dari Audric, Carlos, dan Kate juga berhasil mendominasi World Robot Olympiad (WRO) International Final 2025 di Singapura dengan tema "The Future of Robots".
Mewakili Indonesia, tim RoboKnights SWA tersebut memenangkan kategori Future Innovators - Senior dengan membawa LUMA sebagai andalannya. Mereka meraih tiga medali emas serta Start-Up Award bergengsi, mengalahkan lebih dari 500 tim dari 91 negara.
General Manager SWA Deddy Djaja Ria menyatakan, kemenangan ganda di bidang keberlanjutan dan robotika ini menunjukkan keberhasilan filosofi pendidikan SWA.
"Dari pemulihan laut dengan OceanVoyager hingga pemulihan komunikasi manusia melalui LUMA, kemenangan ini lahir dari keyakinan kami: inovasi siswa dapat membawa kebaikan besar bagi dunia," jelas Deddy.
LUMA merupakan headset bantu berbasis AI yang dapat membaca sinyal otak EEG dan kedipan mata, mengubahnya menjadi kode morse, memprediksi kata dengan teknologi AI, lalu mengeluarkannya sebagai suara. Desainnya ringkas, terjangkau, dan inklusif, sehingga membantu orang yang kehilangan suara untuk berkomunikasi kembali.
"Di tengah tuntutan dunia akan solusi inovatif, Sinarmas World Academy (SWA) kembali membuktikan kepemimpinannya dalam dunia pendidikan. Selamat kepada seluruh siswa SWA yang telah meraih pencapaian membanggakan ini!" pungkas Deddy.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5466493/original/031829100_1767845990-IMG_5467.jpeg)
