Beda Arah Gerak Saham Emiten Tambang Grup Salim BUMI-BRMS dan Konsumen INDF-ICBP

katadata.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

Pergerakan saham emiten yang terafiliasi dengan pengusaha Anthoni Salim menunjukkan arah yang berlawanan dalam setahun terakhir. Saham emiten sektor tambang yang berada di bawah afiliasi Grup Salim justru melesat, sementara saham produsen mi instan Indofood cenderung tertekan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) secara intraday pada pukul 11.09 WIB, Rabu (7/1), harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melonjak 288,24% secara tahunan atau year on year (yoy). Kinerja positif juga ditunjukkan oleh PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang mencatatkan kenaikan 195,77% yoy.

Sebaliknya, saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) justru bergerak di zona merah. Dalam satu tahun terakhir, harga saham INDF bergerak volatil dengan koreksi sebesar 6,44%. Adapun saham ICBP mengalami tekanan lebih dalam dengan penurunan mencapai 27,96% yoy.

Perbedaan kinerja tersebut tidak terlepas dari aksi korporasi yang dilakukan masing-masing emiten. Emiten sektor tambang terpantau agresif melakukan ekspansi, termasuk melalui akuisisi perusahaan tambang di luar negeri.

Sepanjang tahun lalu, BUMI mencaplok dua perusahaan tambang berbasis di Australia. Perseroan mengakuisisi 64,98% saham perusahaan tambang emas Jubilee Metals Limited serta menguasai 100% saham tambang tembaga Wolfram Limited. Langkah ekspansi ini mejadi motor penggerak melajunya saham BUMI.

Seiring dengan berbagai aksi korporasi tersebut, minat investor asing terhadap saham BUMI juga terlihat meningkat. Berdasarkan pantauan Katadata selama satu bulan perdagangan terakhir, saham BUMI kerap ditransaksikan dengan nilai besar, dengan nilai transaksi harian berkisar Rp 2 triliun hingga Rp 5 triliun.

Sementara itu, BRMS mencatatkan kinerja impresif setelah resmi masuk sebagai konstituen indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) Global Standard. Selain itu, perseroan telah memulai produksi emas dari Tambang Emas Palu, yang menjadi katalis tambahan bagi pergerakan sahamnya.

Di sisi lain, emiten konsumer ICBP dan INDF terantau tidak mencatatkan ekspansi bisnis signifikan sepanjang 2025. Meski demikian, kedua perusahaan tetap membagikan dividen kepada pemegang saham untuk tahun buku 2024.

Dalam keterbukaan informasi, manajemen ICBP menyampaikan perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan aksi korporasi dalam waktu dekat, setidaknya dalam tiga bulan ke depan, termasuk aksi yang dapat berdampak pada pencatatan saham di bursa. 

“Saat ini, PT Indofood Sukses Makmur Tbk selaku pemegang saham mayoritas Perseroan tidak mempunyai rencana untuk melakukan aksi korporasi apa pun terkait kepemilikan sahamnya di Perseroan,” tulis manajemen ICBP dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (7/1).

Perbedaan nasib kedua kelompok emiten tersebut juga tercermin dari komposisi indeks global. Saat BRMS masuk ke dalam MSCI Global Standard pada periode peninjauan November lalu, saham ICBP justru terdepak dari indeks tersebut bersama PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pak Ogah Diduga Pukul Pemotor Pakai Batu di Daan Mogot
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Saham AI Bangkit Lagi, Indeks Nasdaq Menguat Meski S&P 500 Turun
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Menyala! 2 Pemain PSIM Masuk Best XI Pekan ke-16 BRI Super League 2025/2026
• 17 jam lalubola.com
thumb
Sampah Numpuk di Tangsel, Gubernur Andra Soni Bicara 2 Proyek PLTSa
• 15 jam laludetik.com
thumb
Prabowo Beri Bonus Atlet SEA Games 2025: Peraih Medali Emas Rp 1 Miliar, Perunggu Rp 157 Juta
• 12 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.