FAJAR, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) terus melakukan transformasi pelayanan publik dengan menghadirkan konsep pelayanan ala hotel yang mengutamakan kenyamanan, keramahan, dan inklusivitas.
Tak sekadar mengurus dokumen administrasi kependudukan, Disdukcapil Makassar kini menyuguhkan pengalaman layanan yang humanis dan ramah masyarakat. Area pelayanan ditata ulang dengan konsep modern dan representatif, bahkan disebut “bak hotel” oleh warga yang datang mengurus dokumen.
Kepala Disdukcapil Kota Makassar, Muh Hatim, mengatakan transformasi ini merupakan bentuk komitmen menghadirkan pelayanan publik yang berorientasi pada kepuasan masyarakat.
“Tekad kami di Disdukcapil adalah mendorong transformasi pelayanan publik yang nyaman dan bermartabat. Inilah wajah baru pelayanan kependudukan di Kota Makassar, lebih dekat dan lebih ramah,” ujar Hatim.
Sejumlah fasilitas pendukung kini tersedia, mulai dari minuman kopi, teh, air mineral, camilan, hingga menu khusus setiap Jumat. Ruang tunggu juga dilengkapi area bermain anak, ruang menyusui, serta loket khusus dan akses ramah bagi penyandang disabilitas.
Hatim menegaskan, pelayanan publik tidak boleh lagi dipandang sebatas kewajiban administratif, melainkan sebagai wujud nyata kehadiran pemerintah yang melayani dengan empati dan profesionalisme.
“Dengan semangat Dukcapil ala hotel, kami ingin masyarakat tidak hanya mengurus dokumen, tetapi juga merasakan kenyamanan dan pelayanan yang manusiawi,” tegasnya.
Gagasan pelayanan ala hotel ini, lanjut Hatim, lahir dari pengalamannya mengakses berbagai layanan publik dan swasta. Ia menilai pemerintah harus belajar dari sektor swasta, meskipun tidak sepenuhnya bisa menyamai fasilitas dan investasi besar yang dimiliki.
Seluruh area pelayanan Disdukcapil Makassar merupakan ruang baru hasil renovasi menyeluruh. Kantor bahkan sempat ditutup lebih dari satu bulan untuk proses pembenahan sebelum kembali dibuka dan digunakan.
Selain layanan di kantor, Disdukcapil Makassar juga aktif menghadirkan layanan jemput bola melalui mobil pelayanan keliling di berbagai ruang publik, termasuk saat Car Free Day (CFD), guna memudahkan warga mengurus dokumen tanpa mengganggu aktivitas kerja.
“Pelayanan harus hadir di tengah aktivitas masyarakat. CFD adalah ruang publik, jadi kami hadir di sana,” pungkas Hatim. (*)



