Viral Peternakan Babi di Sragen Tutup Usai SPPG Dibangun di Sampingnya

detik.com
1 hari lalu
Cover Berita
Jakarta -

Viral peternakan babi di Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, tutup setelah berdiri satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di sampingnya. Pihak SPPG pun mengaku telah meminta izin kepada pemilik peternakan.

Dari pantauan detikJateng, SPPG di Desa Banaran itu masih dalam tahap pengerjaan. SPPG itu berdampingan langsung dengan peternakan babi pada bagian belakang.

Pemilik peternakan babi, Angga Wiyana Mahardika (44), mengaku usaha peternakan babi sudah berdiri 50 tahun. Peternakan tersebut merupakan usaha turun-temurun dari ayahnya.

"Usaha sudah 50 tahun, selama ini nggak ada persoalan dengan warga. Kandang turun-menurun, warisan dari Bapak. Bapak saya itu, saya belum lahir sudah ternak babi. Saya ngelanjutinnya sekitar tahun 2000-an," katanya dilansir detikJateng, Selasa (6/1/2026).

Baca juga: Alasan Peternak Babi Sebelah SPPG Banaran Sragen Minta Rp 1 M untuk Pindah

Terpisah, Wakil Bupati Sragen yang juga Satgas MBG, Suroto, mengaku keberadaan SPPG bukan merupakan ranah Pemerintah Kabupaten, melainkan langsung dari Badan Gizi Nasional (BGN).

"Saya jadwal kalau ada waktu saya akan mampir ke Banaran itu. Yang prinsip keberadaan SPPG itu bukan kewenangan Bupati-Wakil Bupati ataupun Satgas (daerah). Itu kewenangan BGN sana. Yang portal dan sebagainya, kita ndak tahu," ungkapnya.

Pengelola SPPG Buka Suara

Sementara itu, PIC SPPG Banaran, Aan Yuliatmoko, membantah pihaknya meminta kandang babi tersebut pindah. Pihaknya juga telah meminta izin.

"Sama sekali tidak ada (minta kandang pindah). Kita sudah dua kali kulo nuwun sebelum membangun itu, kita sudah sempat sowan juga. Sebelum bangunan rumah lama dibongkar untuk SPPG, kita sudah kulo nuwun. Sebelum mulai bongkar, kita sudah permisi," katanya saat ditemui di kawasan Ngrampal, Sragen, Selasa (6/1/2026).

Aan mengaku terkejut dengan kabar yang beredar. Ia menyebut pihak pemilik kandang babi justru yang meminta kompensasi untuk memindahkan kandang tersebut.

"Beliau minta kompensasi untuk memindah kandang babi. Itu diminta saat kita dimediasi oleh pihak setempat. Ternyata beliau bilangnya Rp 2 M saat itu. Malah kemarin katanya turun lagi jadi Rp 1,5 M dan sekarang bilang Rp 1 M," ungkapnya.

Baca berita selengkapnya di sini dan di sini.

Simak juga Video: Bagaimana Kelanjutan Investasi Peternakan Babi Rp 10 T di Jepara?




(rdp/idh)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Selama Libur Nataru, Bandara Adi Soemarmo Layani 60.782 Penumpang
• 9 jam lalumerahputih.com
thumb
Prabowo Sebut PKB Harus Diawasi, Cak Imin Tegaskan Hanya Guyonan & Tak Ada Manuver Politik
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Bank Raya dan Visa Perkenalkan Kartu Digital Debit Visa di Sorak Sorai Fest 2025
• 4 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Bukan Sulap! Begini Jatuh Bangun RI Terbukti Bisa Swasembada Beras
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Menkes Umumkan Bantuan Puluhan Juta Rupiah untuk Nakes Terdampak Bencana Sumatera
• 23 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.