Bisnis.com, JAKARTA - Rekrutmen Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) menjadi salah satu jenjang karir yang banyak diminati masyarakat Indonesia. Setiap tahunnya, ribuan pemuda dari berbagai daerah mengikuti proses seleksi untuk bergabung menjadi prajurit TNI AD sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara.
Proses seleksi rekrutmen TNI AD dilaksanakan secara terbuka, transparan, dan tidak dipungut biaya. Hal tersebut sebagaimana ditegaskan dalam berbagai pengumuman resmi yang dilansir dari laman resmi TNI AD, di mana seluruh tahapan penerimaan prajurit dilakukan secara objektif dan menggunakan sistem gugur.
Seiring dengan dibukanya pendaftaran, TNI AD juga secara aktif menyampaikan informasi melalui sosial media yang dimiliki. Dikutip dari unggahan akun Instagram resmi @kodim0713brebesrem071, penerimaan Tamtama Prajurit Karier Gelombang I Tahun Anggaran 2026 telah dibuka sejak akhir Desember 2025 dan akan berlangsung hingga akhir Januari 2026.
Adapun jadwal yang diumumkan meliputi:
- Pendaftaran online: 23 Desember 2025 sampai dengan 29 Januari 2026
- Tahap validasi: 6 Januari hingga 31 Januari 2026
Informasi tersebut menegaskan bahwa calon peserta diimbau untuk memanfaatkan waktu pendaftaran dengan baik serta mengikuti seluruh tahapan sesuai ketentuan yang berlaku.
Cara Daftar Rekrutmen TNI AD 2026- Calon mendaftar melalui Website resmi TNI AD di https://ad.rekrutmen-tni.mil.id/berita/pengumuman/bintara-ad serta mengikuti seluruh petunjuk yang tersedia pada halaman pendaftaran online sesuai jalur rekrutmen yang dipilih;
- Calon mengisi seluruh data yang diminta pada formulir pendaftaran online secara benar dan lengkap, kemudian mencetak formulir daftar, blanko dinas, blanko Rikmin, serta blanko riwayat hidup sebagai dokumen awal pendaftaran;
- Calon datang ke Ajendam atau Ajenrem sesuai wilayah masing-masing dengan membawa formulir pendaftaran online sesuai jadwal validasi yang tercantum pada website resmi. Blanko dinas, blanko Rikmin, dan blanko riwayat hidup dibawa untuk menerima penjelasan tata cara pengisian serta kelengkapan administrasi;
- Panitia Ajendam atau Ajenrem menerima calon dengan memeriksa formulir pendaftaran online. Pada tahap ini langsung dilakukan pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan tindik dan tato oleh tim Rikmin, Rikkes, dan Rik/Uji Jasmani dengan pengawasan Tim Pam dan Tim Was. Calon yang tidak memenuhi syarat dapat langsung dinyatakan gugur, sementara yang memenuhi syarat akan divalidasi secara online dan resmi terdaftar sebagai peserta seleksi;
- Setelah dinyatakan resmi terdaftar, calon menerima penjelasan dari panitia mengenai cara pengisian blanko dinas, blanko Rikmin, dan blanko riwayat hidup untuk dibawa pada saat pelaksanaan Rik/Uji tingkat Panda. Pada tahap ini pemeriksaan Rikmin belum dilaksanakan dan calon diminta melengkapi berkas administrasi secara mandiri;
- Calon yang dinyatakan lulus daftar ulang atau validasi mendapatkan penjelasan lanjutan dari petugas pendaftaran mengenai:
• Proses serta norma pelaksanaan Rik/Uji;
• Penegasan bahwa kelulusan murni ditentukan oleh kemampuan diri sendiri dan tidak dipengaruhi pihak manapun;
• Kesediaan calon ditempatkan di seluruh kecabangan TNI AD dan seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia;
• Komitmen panitia untuk bersikap jujur, objektif, adil, dan transparan;
• Penegasan bahwa seluruh proses pendaftaran hingga Rik/Uji tidak dipungut biaya; - Setelah menerima seluruh penjelasan, calon kembali ke rumah masing-masing untuk melengkapi administrasi. Panitia mencatat nomor telepon calon untuk keperluan penyampaian jadwal seleksi tingkat Panda dan informasi lanjutan;
- Calon diminta waspada terhadap oknum atau calo yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu. Dilansir dari laman resmi TNI AD, seluruh proses seleksi hingga masuk pendidikan sepenuhnya gratis. Pengaduan dapat disampaikan melalui nomor resmi 082123931830.
- Pria, bukan anggota atau mantan prajurit TNI, Polri, maupun PNS TNI;
- Berijazah S1/D4/D3/D1 tanpa persyaratan nilai atau lulusan SMA/MA/SMK sederajat yang terakreditasi, termasuk Paket C, dengan ketentuan nilai sebagai berikut:
– Lulusan SMA/MA/SMK tahun 2017–2019 dengan nilai rata-rata Ujian Nasional minimal 37;
– Lulusan tahun 2020 dengan nilai rata-rata rapor minimal 65 dari mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika;
– Lulusan tahun 2021–2022 dengan nilai rata-rata rapor minimal 68 dari tiga mata pelajaran tersebut;
– Lulusan tahun 2023–2025 dengan nilai rata-rata rapor minimal 70;
Baca Juga
- Urutan Pangkat TNI AD, AL, AU, dari Tertinggi ke Terendah
- Urutan Pangkat TNI, Lengkap dengan Gajinya
- Urutan Pangkat TNI AD dari Pangkat Terendah hingga Pangkat TNI Tertinggi
- Belum pernah menikah dan bersedia tidak menikah selama pendidikan pertama hingga dua tahun setelah selesai pendidikan pertama sesuai ketentuan rekrutmen TNI AD;
- Memiliki tinggi badan minimal 163 cm dengan berat badan seimbang sesuai ketentuan yang berlaku;
- Bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama (IDP) minimal selama 10 tahun sebagai bentuk komitmen pengabdian;
- Bersedia mengganti biaya pendidikan yang telah dikeluarkan negara apabila mengundurkan diri atas kemauan sendiri sesuai peraturan yang berlaku;
- Bersedia ditempatkan di seluruh kecabangan TNI AD dan seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia;
- Bersedia mengikuti seluruh pemeriksaan dan pengujian yang meliputi administrasi, kesehatan, jasmani, litpers, dan psikologi sesuai tahapan seleksi yang ditetapkan.
Persyaratan Prestasi Rekrutmen TNI AD
- Diperbolehkan bagi calon Bintara PK TNI AD untuk menyertakan sertifikat, piagam, atau surat keterangan prestasi minimal tingkat nasional;
- Prestasi yang dinilai merupakan prestasi dengan kriteria juara 1, juara 2, atau juara 3 dari kejuaraan yang diakui;
- Prestasi tersebut menjadi nilai tambah dalam pelaksanaan Rik/Uji dan sidang pemilihan sesuai ketentuan yang berlaku dalam rekrutmen TNI AD;
Dilansir dari laman resmi TNI AD, prestasi bersifat sebagai faktor pendukung dan tidak menggugurkan kewajiban calon untuk memenuhi seluruh persyaratan utama seleksi.
Rekrutmen TNI Angkatan Darat merupakan bagian dari upaya TNI dalam menyiapkan prajurit profesional yang memiliki integritas, disiplin, serta loyalitas tinggi terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Seluruh tahapan seleksi dirancang untuk memastikan bahwa calon prajurit yang terpilih benar-benar memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Proses rekrutmen dilaksanakan secara transparan, objektif, dan bebas dari pungutan biaya. TNI AD juga menegaskan bahwa tidak ada pihak yang dapat menjamin kelulusan calon peserta selain kemampuan dan kesiapan diri masing-masing.
Dengan memahami jadwal pendaftaran, tata cara seleksi, serta persyaratan yang ditetapkan, masyarakat diharapkan dapat mempersiapkan diri secara maksimal dan mengikuti proses rekrutmen TNI AD dengan jujur, disiplin, dan bertanggung jawab.




