Grid.ID - Pasangan selebritas Kiky Saputri dan Muhammad Khairi akhirnya mewujudkan impian untuk berlibur ke luar negeri bersama buah hati mereka. Jepang dipilih sebagai destinasi spesial pertama untuk sang putri, Kayesha Nadha Khairi, setelah Kiky menjalani masa setahun fokus mengurus kehamilan, persalinan, hingga menyusui.
Momen liburan tersebut terasa semakin istimewa karena menjadi perjalanan jauh perdana Khairi menggunakan pesawat. Kiky mengaku bersyukur akhirnya bisa menikmati waktu liburan keluarga kecilnya setelah melalui berbagai fase sebagai orang tua baru.
"Alhamdulillah, akhirnya setelah setahun fokus menyusui ya kan, lahiran, ada momen bisa bawa Khairi ke Jepang," ujar Kiky Saputri saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan pada Selasa (6/1/2026).
Selama perjalanan, Kiky dan sang suami sempat memiliki kekhawatiran tersendiri mengingat usia Khairi yang belum genap satu tahun. Namun, kekhawatiran tersebut perlahan sirna melihat kondisi sang anak yang justru terlihat menikmati perjalanan.
Muhammad Khairi mengungkapkan bahwa putrinya tidak rewel selama perjalanan, baik saat berada di pesawat maupun di mobil. Bahkan, ia menyebut Khairi memang memiliki ketertarikan untuk bepergian sejak dini.
"Alhamdulillah Khairi nya nggak terlalu rewel. Dia ngerti lagi di pesawat, lagi di mobil, apalagi di luar negeri. Anaknya emang suka jalan-jalan," ujar Muhammad Khairi.
Sebelum memutuskan terbang ke Jepang dengan durasi penerbangan sekitar delapan jam, Kiky dan Khairi rupanya sudah melakukan persiapan matang. Mereka terlebih dahulu mengajak Khairi melakukan perjalanan dengan jarak yang lebih pendek sebagai bentuk adaptasi.
"Sebenarnya sebelum ke Jepang ini udah aku tutorialin dia ke Bali dulu, terus ke Singapura yang penerbangan-penerbangan pendek. Dia excited dan penerbangan 8 jam ya dia ada tidurnya, ada mainnya," sambungnya.
Meski sempat merasa cemas, Khairi mengaku rasa khawatir tersebut perlahan menghilang ketika melihat kondisi putrinya yang tetap sehat dan ceria sepanjang perjalanan.
"Worry pasti ada ya, belum satu tahun. Tapi lihat Khairi dia sehat itu ya worry kita hilang sendiri. Apalagi pas di pesawat dia senyum-senyum sama awal, happy perkembangan orang tua lah," ujar Khairi.
Pemilihan Jepang sebagai destinasi liburan keluarga juga bukan tanpa alasan. Menurut Khairi, Jepang dipilih karena durasi penerbangannya tidak terlalu panjang sehingga lebih aman dan nyaman untuk anak kecil.
Baca Juga: Ivan Gunawan Dituding jadi Pelit Sejak Pulang Haji, Kiky Saputri Justru Ungkap Sisi Dermawan sang Sahabat
"Kenapa Jepang? Karena kan Khairi pertama kali penerbangan yang cukup panjang. Takut kalau penerbangannya 14 jam, 12 jam itu takut dia kecapean nanti dia nangis atau gimana. Lebih baik kita coba dulu aja yang penerbangan 8 jam yang sedanglah, terus ke Jepang," jelas Khairi.
Selain jarak tempuh, faktor kenyamanan dan keramahan masyarakat Jepang terhadap anak-anak juga menjadi pertimbangan utama. Pasangan ini menilai Jepang sebagai negara yang ramah keluarga dan relatif toleran terhadap anak kecil.
"Terus kalau Jepang kan ramah sama anak-anak kan, artinya memang orang-orangnya welcome. Karena ada beberapa negara yang nggak suka sama anak-anak yang berisik kayak gitu," sambungnya.
Tak hanya itu, kondisi cuaca, makanan, serta suasana juga menjadi alasan kuat. Mereka merasa Jepang cocok untuk keluarga yang membawa anak kecil, terutama karena musim dinginnya masih nyaman dan pilihan makanannya relatif aman.
"Karena kita belum tahu nih Khairi akan betah atau nggak di sana, bakal rewel atau nggak, kayaknya Jepang salah satu negara yang cukup ramah sama anak dan musim dinginnya masih enak, makanannya juga lebih enak buat kita-kita dan buat Khairi juga," ujarnya.
Selama di Jepang, Kiky dan keluarga juga menyempatkan diri mengunjungi beberapa destinasi wisata yang lebih tenang. Salah satu tempat favorit Kiky adalah Ine no Funaya, sebuah desa nelayan yang terletak di kawasan Kyoto.
"Kalau kemarin aku sih di Ine no Funaya. Dia agak daerah Kyoto sana, pinggir danau tuh cantik banget tuh," ujar Kiky Saputri.
"Pedesaan Jepang lah. Pedesaan di situ tuh kampung nelayan. Kehidupan sehari-hari orang Jepang di situ tuh jadi nelayan semua gitu, jadi di bawah rumah tuh ada buat perahunya, tempat parkir perahunya," tambah sang suami.
Untuk keseluruhan perjalanan, Kiky Saputri mengungkapkan bahwa mereka menghabiskan total waktu sekitar sembilan hari termasuk perjalanan pulang dan pergi. Sementara waktu efektif berlibur di Jepang berlangsung selama satu pekan.
"9 hari sama pulang perginya, di sananya 7 hari lah kita di sana seminggu," ungkap Kiky Saputri. (*)
Artikel Asli



