EtIndonesia. Pada zaman dahulu, ada seorang penderita kusta yang telah sakit hampir 40 tahun. Selama itu pula dia terbaring di tepi jalan, menunggu seseorang menyeretnya ke sebuah kolam yang diyakini memiliki kekuatan penyembuhan ajaib. Empat puluh tahun berlalu, namun dia tetap terbaring di tempat yang sama, tidak pernah melangkah satu langkah pun mendekati kolam tersebut.
Suatu hari, seorang utusan langit bertemu dengannya dan bertanya : “Tuan, apakah engkau ingin disembuhkan dan dibebaskan dari penyakit ini?”
Si penderita kusta menjawab : “Tentu saja ingin. Tapi hati manusia terlalu kejam. Mereka hanya memikirkan diri sendiri, tak akan ada yang mau menolongku.”
Utusan langit itu mendengar jawabannya, lalu bertanya lagi : “Apakah engkau benar-benar ingin disembuhkan?”
“Ya, tentu ingin,tetapi ketika aku merangkak ke sana, air kolam itu pasti sudah kering,”” jawabnya.
Mendengar itu, utusan langit mulai merasa kesal dan kembali bertanya dengan tegas: “Sebenarnya, engkau mau disembuhkan atau tidak?”
Penderita kusta itu tetap menjawab: “Mau!”
Utusan langit pun berkata: “Baik. Kalau begitu, sekarang juga berdirilah dan berjalanlah sendiri menuju kolam itu. Jangan terus-menerus mencari alasan yang mustahil sebagai pembenaran atas dirimu.”
Mendengar kata-kata itu, si penderita kusta merasa sangat malu. Dia pun segera berdiri, berjalan menuju kolam, menampung air suci dengan telapak tangannya, lalu meminumnya beberapa teguk. Dalam sekejap, penyakit kusta yang telah mengikatnya selama 40 tahun pun lenyap tanpa bekas.
Hikmah cerita:
Setiap orang memiliki cita-cita, dan setiap orang mendambakan kesuksesan. Namun jika hari ini cita-citamu belum tercapai dan keberhasilan terasa masih sangat jauh, pernahkah kamu bertanya pada diri sendiri: Sudah seberapa besar usaha yang benar-benar aku lakukan untuk impianku? Apakah aku sering mencari segudang alasan untuk membenarkan kegagalanku?
Sesungguhnya, kita tidak seharusnya sibuk mencari alasan atas kegagalan, melainkan mencari cara untuk meraih keberhasilan. Selama kita mau berusaha dan terus menggali potensi diri, takdir pun akan selalu berpihak pada mereka yang berani bangkit dan melangkah lebih dulu.(jhn/yn)



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5384742/original/034349600_1760841709-567923634_1396523532475430_3555191238305322058_n.jpg)