Penulis: Ama Boro Huko
TVRINews, Flores Timur
Petugas Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-Laki, Herman Yosef, melaporkan adanya rekaman getaran banjir material gunung. Hal ini disampaikan saat berada di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Rabu (7/1/2025).
"Diimbau kepada masyarakat agar selalu waspada dan menjauhi aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung, terutama dari arah Desa Nobo menuju Boru, dari Nobo ke Desa Nurabelen jalur selatan, serta dari Desa Hewa ke Nawokote," ujar Herman Yosef.
Berdasarkan laporan aktivitas gunung, pada pukul 06.00–12.00 WITA, kondisi cuaca gunung bervariasi antara cerah, mendung, dan hujan. Angin bertiup lemah ke arah utara dan barat laut, dengan suhu udara berkisar 29–30°C dan volume curah hujan 3,6 mm per hari.
Visual gunung terlihat jelas hingga kabut 0–II. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal, mencapai ketinggian 100–300 meter di atas puncak kawah. Endapan lava tercatat menyebar ke arah timur laut sejauh ±4.340 meter dari pusat erupsi, dan ke arah barat–barat laut sejauh ±3.800 meter. Tingkat aktivitas gunung saat ini berada pada Level IV (Awas).
Badan Geologi dan Keselamatan Sumber Daya (BGKESD) merekomendasikan masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki dan pengunjung/wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 6 kilometer, serta sektor barat laut–timur laut sejauh 7 kilometer dari pusat erupsi.
Masyarakat diimbau tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, dan tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya.
Potensi banjir lahar hujan juga harus diwaspadai, terutama pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki, jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Wilayah yang perlu diwaspadai meliputi Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawokote.
Selain itu, masyarakat yang terdampak hujan abu Gunung Api Lewotobi Laki-Laki diimbau untuk menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna menghindari bahaya abu vulkanik terhadap sistem pernapasan.
Editor: Redaksi TVRINews



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5467157/original/065235300_1767864725-Screenshot_20260108_162421_Gallery.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5454293/original/050430700_1766556442-1000101929.jpg)
