Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa otoritas sementara di Venezuela telah setuju untuk mentransfer antara 30 dan 50 juta barel minyak yang dikenai sanksi ke AS untuk dijual dengan harga pasar.
"Saya senang mengumumkan bahwa Otoritas Sementara di Venezuela akan menyerahkan antara 30 dan 50 juta barel minyak berkualitas tinggi yang dikenai sanksi, kepada Amerika Serikat," kata Trump dalam sebuah pernyataan melalui perusahaan media sosialnya, Truth Social, seperti dikutip dari Anadolu, Rabu 7 Januari 2026.
"Minyak ini akan dijual dengan harga pasarnya, dan uang itu akan dikendalikan oleh saya, sebagai Presiden Amerika Serikat, untuk memastikan uang itu digunakan untuk kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat!" tambah Trump.
Presiden menambahkan bahwa Menteri Energi Chris Wright telah diminta untuk melaksanakan rencana tersebut "segera," dengan minyak akan diangkut menggunakan kapal penyimpanan langsung ke dermaga bongkar muat AS.
Pasukan AS melancarkan serangan udara besar-besaran pada Sabtu pagi terhadap target di Venezuela utara, termasuk sistem pertahanan udara dan infrastruktur komunikasi. Sementara pasukan operasi khusus melakukan penggerebekan di ibu kota Caracas untuk menangkap Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
Selama sidang pertama dalam persidangan mereka atas tuduhan terkait narkoba dan senjata, baik Maduro maupun Flores mengaku tidak bersalah atas tuduhan tersebut.
Pemerintahan Trump telah menggambarkan operasi tersebut sebagai bagian dari penegakan kembali Doktrin Monroe dan penindakan terhadap dugaan perdagangan narkoba dan korupsi, sekaligus secara eksplisit mengaitkannya dengan pengamanan pengaruh AS atas cadangan minyak Venezuela yang sangat besar.



