Saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) terus mencetak reli sejak melantai perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal Desember 2025.
IDXChannel - Saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) terus mencetak reli sejak melantai perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal Desember 2025. Saham emiten sarang burung walet itu tidak pernah berhenti menyentuh batas auto reject atas (ARA).
Dalam catatan IDX Channel, saham RLCO telah menyentuh batas ARA sebanyak 16 kali berturut-turut. Capaian ini merupakan rekor terbaru, di atas saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) yang ARA 11 kali dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) yang ARA 10 kali.
Kenaikan harga saham RLCO terus terjadi meski terkena suspensi dua kali dan masuk papan pemantauan khusus yang menggunakan skema full-call auction (FCA). Setelah sepekan berada di papan tersebut, BEI mengeluarkan saham RLCO dari papan FCA besok.
"Perubahan ini mulai efektif pada tanggal 8 Januari 2026," kata Kepala Divisi Peraturan dan Layanan Perusahaan Tercatat BEI, Teuku Fahmi Ariandar dalam pengumuman, Rabu (7/1/2026).
Saham RLCO sebelumnya masuk papan pemantauan khusus setelah disuspensi untuk kedua kalinya. Saat itu, saham RLCO terkena suspensi selama lebih dari satu hari, sehingga masuk papan FCA berdasarkan kriteria 10.
Sejak IPO, saham RLCO naik hingga 1.430 persen ke level Rp2.570. Saat itu, perseroan menetapkan harga IPO sebesar Rp168.
(Rahmat Fiansyah)



