Guru Besar UNIB: Bengkulu alami tren kenaikan suhu 0,5 derajat

antaranews.com
1 hari lalu
Cover Berita
Bengkulu (ANTARA) - Guru Besar Universitas Bengkulu (UNIB) Prof Ashar Muda Lubis menyebutkan Provinsi Bengkulu mencatatkan tren kenaikan suhu sebesar 0,5 derajat Celcius.

"Ternyata ada kenaikan suhu dari 1970-an sampai sekarang, trennya itu 0,5 derajat Celcius," kata Prof Bidang Fisika Kebumian, Ashar Muda Lubis di Bengkulu, Rabu.

Baca juga: BMKG: Suhu panas di Bengkulu akibat gangguan di Hindia Barat

Dia mengatakan kondisi tersebut terjadi karena adanya perubahan terhadap daratan Provinsi Bengkulu, pertumbuhan penduduk dan berkurangnya kawasan hijau.

"Jauh sekali berubah, karena banyak buka perumahan dan kawasan yang hijau-hijau seperti ini sudah berkurang. Jadi, Bengkulu pasti akan lebih panas pada musim kemarau (dibandingkan dulu)," kata dia.

Menurut Ashar, kenaikan suhu 0,5 derajat memang terlihat kecil, namun tidak boleh diabaikan karena akan memberikan pengaruh besar pada situasi kehidupan.

"Bayangkan saja, kalau suhu naik banyak yang harus disesuaikan, adaptasi. Dengan kenaikan delta segitu dengan luas Bengkulu, tentu banyak yang harus disesuaikan baik kehidupan manusia maupun tanaman juga (pertanian)," kata Ashar.

Ashar mengatakan tidak bisa menyalahkan pertumbuhan penduduk dan kebutuhan pemukiman terhadap tren kenaikan suhu tersebut.

Tetapi, kata dia, data tersebut berperan penting bagi daerah dalam menjaga agar luasan kawasan hijau daerah tetap bisa dipertahankan, tujuannya guna memastikan situasi daerah, baik dari perubahan iklim maupun risiko bencana.

Baca juga: BMKG: Suhu panas di Bengkulu akibat penguapan cukup tinggi

Baca juga: BMKG: Suhu dingin di Bengkulu malam hari karena adanya radiasi panas

Daerah penting memastikan agar seluruh pihak, baik pemerintah daerah maupun perusahaan hingga masyarakat agar tidak secara sembarangan melakukan tindakan yang menyebabkan kawasan hijau Bengkulu berkurang dengan cepat.

"Jangan pula disalahkan pembangunan, karena Bengkulu butuh pembangunan juga untuk perekonomian. Semestinya, di samping membangun kita juga harus gemar menanam pohon untuk memastikan kawasan hijau tetap terjaga," ujarnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pertamina Pertahankan Peringkat ESG Tertinggi Dunia Subindustri Migas Terintegrasi
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Klasemen Liga Inggris Usai Chelsea Keok, MU Imbang
• 22 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Wacana Pilkada Melalui DPRD, Demokrat Tidak Mau Disebut Berubah Pikiran
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Kasus Ilegal Akses CCTV Pribadi Inara Rusli Naik ke Tahap Penyidikan
• 10 jam lalugrid.id
thumb
Warga Sebut Gunungan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati Sudah Menahun
• 17 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.