Menlu Rubio: AS Ingin Beli Greenland, Mengecilkan Opsi Militer

viva.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

Washington, VIVA – Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan Amerika Serikat (AS) berupaya membeli Greenland dan bahwa pernyataan baru-baru ini tentang pulau itu, dan tidak boleh diartikan sebagai sinyal invasi militer, demikian dilaporkan media AS pada hari Selasa.

Hal tersebut disampaikan Rubio kepada anggota parlemen AS selama pengarahan tertutup bahwa Washington tidak berencana untuk menginvasi Greenland tetapi ingin membeli pulau itu dari Denmark.

Baca Juga :
Kesepakatan Tarif dengan AS Berdampak ke Mitra Dagang RI, CSIS Ingatkan Risikonya
Dampak Konflik AS-Venezuela ke RI Terbatas, CSIS Sebut Indonesia Punya Peluang Ekonomi

New York Times melaporkan hal serupa, menambahkan bahwa Presiden AS Donald Trump telah meminta para pembantunya untuk menyampaikan rencana terbaru untuk mengakuisisi Greenland. Trump telah mengangkat ide tersebut selama masa jabatan pertamanya. 

Pemerintahan AS baru-baru ini meningkatkan retorikanya tentang Greenland. Pada hari Selasa, Gedung Putih mengatakan kemungkinan penggunaan kekuatan militer tetap menjadi salah satu pilihan yang sedang dipertimbangkan. 

"Presiden dan timnya sedang membahas berbagai pilihan untuk mengejar tujuan kebijakan luar negeri yang penting ini, dan tentu saja, penggunaan Militer AS selalu menjadi pilihan yang tersedia bagi Panglima Tertinggi," kata juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt.

Setelah intervensi militer AS di Venezuela, Katie Miller, istri Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller, mengunggah gambar di X dengan peta Greenland yang diwarnai bendera AS, dengan keterangan "SEGERA."

Dalam menanggapi langkah provokatif tersebut, Duta Besar Denmark untuk AS Jesper Moller Sorensen mengatakan bahwa Kopenhagen mengharapkan penghormatan terhadap integritas teritorial kerajaan. Nielsen menyebut gambar itu sebagai langkah yang tidak hormat.

Presiden AS Donald Trump telah berulang kali mengatakan bahwa Greenland harus menjadi bagian dari Amerika Serikat, dengan alasan pentingnya strategis bagi keamanan nasional dan kehadiran NATO di Arktik.

Baca Juga :
Rusia Kerahkan Kapal Selam Mengawal Tanker dari Venezuela yang Diburu AS
Istana: Prabowo Segera Teken Tarif RI-AS, Harapannya Akhir Bulan
Uang China Rp1.678 Triliun di Venezuela Terancam Hangus

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bantuan Logistik Tak Merata, Pengungsi Banjir di Halmahera Barat Kelaparan
• 8 jam lalurctiplus.com
thumb
Kebiasaan di Pagi Hari yang Pantang Dilakukan agar Tetap Awet Muda di Usia 40-an
• 6 jam lalubeautynesia.id
thumb
Ku Hye Sun Resmi Sandang Gelar Magister Jurnalisme Sains
• 9 jam laluinsertlive.com
thumb
Video: Purbaya Catat Defisit APBN 2025 Sementara Capai 2,92% Dari PDB
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Hindari Kamar Nomor Berakhiran 01 saat Menginap di Hotel, Ini Kata Pakar
• 14 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.