PIDIE JAYA, KOMPAS.TV - Sejumlah guru di Aceh Tengah terpaksa menyeberang sungai dengan kabel sling untuk bisa menuju sekolah.
Tanpa pengaman atau pelampung, kedua guru asal Desa Bah, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, Aceh terpaksa menembus derasnya arus sungai dengan menggunakan kabel sling demi sampai ke sekolah.
Video lain dari akun TikTok @sintashaa juga memperlihatkan seorang guru menyeberang di lokasi yang sama dibantu polisi.
Pasca banjir bandang akhir November lalu, akses menuju sekolah di daerah Takengon memang masih terputus.
Penyeberangan dengan kabel sling pun menjadi satu-satunya jalur yang dapat dilalui untuk menjalankan aktivitas belajar mengajar.
Perjuangan menuju sekolah juga dialami oleh siswa SMA Negeri 2 Pidie Jaya.
Tanpa seragam sekolah, para siswa berjalan dengan hati-hati, melewati tumpukan lumpur untuk menuju sekolah mereka.
Pasca banjir bandang, kondisi bangunan sekolah pun jelas berbeda. Tumpukan lumpur yang mengering berubah menjadi timbunan tanah yang menutupi hampir seluruh bangunan sekolah.
Kondisi inilah yang membuat siswa SMAN 2 Pidie Jaya terpaksa sekolah di tenda darurat dengan peralatan seadanya.
Mereka pun berharap bangunan sekolah mereka segera diperbaiki sehingga mereka bisa kembali belajar dengan nyaman di sekolah mereka.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Pidie Jaya menyebut, pembangunan enam ruang kelas darurat di SMA Negeri 2 akan dimulai pekan ini.
Diharapkan, fasilitas darurat ini bisa meningkatkan proses belajar dan mengajar.
Perbaikan sekolah dan fasilitasnya pasca banjir bandang, tentu dinanti para siswa dan guru agar kegiatan belajar mengajar bisa berjalan dengan nyaman.
Baca Juga: BNPB Sebut Longsor Kembali Terjadi di Jalan Penghubung Blangkejeren dengan Aceh Tengah
#banjirsumatera #aceh #guru
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Penulis : Aisha-Amalia-Putri
Sumber : Kompas TV
- banjir sumatera
- pidie jaya aceh
- banjir aceh
- kabel sling
- sekolah pidie jaya





