JAKARTA, DISWAY.ID - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman memastikan bahwa stasiun pengisian bahan bakar minyak (SPBU) swasta sudah bisa melakukan impor Bahan Bakar Minyak (BBM).
Laode menegaskan, pemerintah tidak pernah menghentikan aktivitas impor BBM oleh SPBU swasta.
Proses pengiriman BBM pun dipastikan berjalan secara berkesinambungan sejak awal tahun tanpa adanya jeda.
"Sudah (diberikan izin impor). Harusnya sudah normal, karena memang tidak ada penghentian," sebut Laode.
BACA JUGA:Ini Alasan ESDM Izinkan SPBU Swasta Impor BBM Tahun 2026
Meski demikian, Laode belum merinci besaran kuota impor BBM yang diberikan kepada SPBU swasta untuk tahun 2026.
Ia hanya memberikan gambaran bahwa kenaikan kuota impor tidak jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.
"(Kenaikannya) sekitar 10 persen dari tahun 2025, miriplah," kata dia.
BACA JUGA:Harga BBM Terbaru Pertamina-Shell Turun Hingga Rp1.200 per Liter, Cek di SPBU Hari Ini
Menurut Laode, pemerintah berharap dengan diberikannya izin impor tersebut, pasokan BBM di SPBU swasta tetap terjaga dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal.
"Pengiriman BBM itu berkelanjutan, tidak terputus. Jadi pasokan seharusnya tetap aman," jelasnya.
BACA JUGA:Jelang Tahun Baru, Menteri ESDM dan Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG Aman dan Tercukupi
Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengungkapkan bahwa SPBU swasta sejatinya telah mengajukan kuota impor BBM untuk tahun 2026.
Saat ini, pengajuan tersebut masih dalam tahap penyelesaian di Direktorat Jenderal Migas.
"SPBU swasta sudah mengajukan kuota untuk tahun 2026. Seharusnya sudah dalam tahap penyelesaian di Dirjen Migas," jelas Yuliot.
- 1
- 2
- »





