Di Tengah Kritikan, PT Waskita Pastikan Bangun Stadion Sudiang Calon Markas PSM Makassar:  Alat Konstruksi Langsung Diangkut ke Lokasi Pembangunan

harianfajar
1 hari lalu
Cover Berita

MAKASSAR, FAJAR — Pengerjaan fisik Stadion Sudiang mulai dilakukan. PT Waskita Karya mulai mengangkut alat konstruksi ke lokasi pembangunan pekan ini.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulawesi Selatan (Sulsel) Suherman menyebut kontrak proyek ini sudah ditandangani Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU). “Sekarang saya dengan PUPR sedang membahas seperti aksesibilitasnya alat berat,” kata Suherman, dihubungi pada Selasa, 6 Januari.

Suherman menyampaikan bahwa PT Waskita Karya sudah turun lapangan meninjau lokasi pembangunan. Rencananya, mobilisasi alat-alat konstruksi mulai diberondong pekan ini. Titik-titik letak alat berat, hingga jalan masuk alat berat pun dipetakan. PT Waskita Karya juga disebut telah meminta kepastian terkait kemampuan arus listrik di lokasi pembangunan.

“Alat-alat besarnya mulai dimasukkan, lewat mana, lewat mana itu sudah kita bahas. Kita memulai jalan di minggu ini, ada pergerakan pembangunan stadion dengan pihak Waskita Karya. Sudah langsung ke lokasi Stadion, meminta pihak Dispora bantu terkait listrik sampai airnya,” ujar Suherman.

Setelah itu, pihak kontraktor disebutnya akan membersihkan area pembangunan mengingat lokasi tersebut banyak ditumbuhi semak belukar. Sementara itu jadwal seremoni peletakan batu pertama atau groundbreaking belum ditentukan. “Kalau groundbreaking kan dari pusat, tapi kita jalan dulu,” sambungnya.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) segera melakukan tahap MC-0. Kementerian PU melalui Balai Prasarana Strategis Sulsel mengebut proses pengerjaan Stadion Sudiang awal tahun ini. Pekan lalu, Kementerian PU sudah melakukan penandatanganan kontrak bersama pemenang tender, PT Waskita Karya.

Kepala Satuan Kerja Prasarana Strategis Sulsel, Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, Kementerian Pekerjaan Umum, Iwan menjelaskan ada dua tahapan yang tengah disiapkan. “Kami masih fokus untuk PCM dan MC-0,” ujar Iwan, saat dihubungi media, pada Senin, 5 Januari.

PCM atau Pre-Construction Meeting (PCM) merupakan pertemuan awal yang dilaksanakan sebelum pekerjaan konstruksi dimulai. Tujuannya untuk menyamakan persepsi semua pihak terkait dengan kesiapan proyek, strategi pelaksanaan, spesifikasi teknis dan kepatuhan aturan. 

Rapat ini melibatkan berbagai pihak baik kementerian hingga ke pihak kontraktor. Beberapa hal dibahas seperti struktur organisasi proyek, penyesuaian kontrak dan anggaran, administrasi dan rencana mutu kontrak. Pengawasan dan prosedur inspeksi, penetapan izin kerja dan metode pelaksanaan, hingga identifikasi kendala proyek.

Sementara MC-0 atau Mutual Check 0 merupakan penghitungan kembali volume item pekerjaan dan disesuaikan antara gambar rencana dengan kondisi lapangan. Sehingga, kontraktor mendapatkan volume aktual sesuai dengan kondisi riil pekerjaan. Hasil dari perhitungan tersebut akan dituangkan dalam sebuah laporan kerja yang dinamakan laporan mutual cek awal.

“MC-0 bisa selesai 1 minggu dengan berita acaranya, tapi itu masih tentatif ya,” sebut Iwan.

Pada tahapan awal MC-0, pihak surveyor akan melakukan koordinasi dan mempelajari gambar rencana kerja. Selanjutnya, mereka akan menetapkan jadwal pelaksanaan survey.

Survey lapangan ini berguna untuk mengetahui dan membandingkan kondisi lapangan dengan desain rencana kerja. Hasil survey merupakan kesepakatan dalam pembuatan gambar kerja sesuai perubahan untuk addendum kontrak. Semua uraian pekerjaan tercantum di dalam dokumen kontrak. Di antaranya identitas proyek, nama paket pekerjaan, koordinat lokasi pekerjaan, stasiun dan kilometer, peta lokasi sampai dengan nama pihak-pihak atau instansi terkait proyek.

Terkait groundbreaking sendiri, Iwan belum bisa memastikan jadwalnya. Bahkan, ground breaking juga bisa saja tidak dilakukan. “Groundbreaking kan bukan sesuatu yang wajib ya,” tukas Iwan.

PT Waskita Karya adalah pemenang tender Stadion Sudiang dengan harga penawaran Rp637.155.613.120. PT Waskita Karya beralamat di Jl. MT. Haryono Kav.10 Cawang, Jakarta Timur, DKI Jakarta.

Sementara itu, lelang manajemen konstruksi dimenangkan PT Kogas Driyap Konsultan dengan harga penawaran Rp 8.278.028.130. PT Kogas Driyap Konsultan berkantor di Graha Simatupang Tower 2B lantai 2, Jl.TB.Simatupang Kav.38 Rt.004 Rw.008 Kel. Jatipadang, Kec. Pasar Minggu, Kota Administrasi Jakarta Selatan.

Pemprov Sulsel sudah menyiapkan lahan 15 hektar di kawasan GOR Sudiang, terdiri dari 7 hektar bangunan stadion dan sisanya untuk fasilitas penunjang lainnya. Kapasitas 27 ribu penonton disiapkan dengan kursi single seat. KemenPU menyiapkan Pagu Anggaran sebesar Rp674.952.980.000 atau Rp674,9 miliar. Dari jumlah tersebut, alokasi tahun 2025 sebesar Rp. 96.042.246.000.

Kemudian tahun 2026 dialokasikan sebesar Rp. 454.982.115.000. Sementara alokasi tahun 2027 sebesar Rp. 123.928.619.000. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama 540 hari kalender terhitung sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) sampai dengan serah terima pertama. (uca)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kamis ini emas di Pegadaian kompak lanjutkan tren kenaikan harga
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Momen Presiden Prabowo Subianto Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali SEA Games Thailand 2025
• 4 jam lalumerahputih.com
thumb
Direktur Barcelona Konfirmasi Perekrutan Joao Cancelo, Inter Milan Alihkan Target kepada 3 Pemain
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Banjir Bandang Hantam Desa Pajo, Rumah dan Makam Rusak
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
1.659 Personel Gabungan Dikerahkan Kawal Aksi Buruh di Monas, Kapolres: Tidak Ada Bawa Senpi!
• 17 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.