BANGKALAN (Realita)- Nama Muhammad Hilmi Gimnastiar mendadak menjadi sorotan publik sepak bola nasional.
Bukan karena prestasi di lapangan, melainkan akibat tindakan brutal yang berujung sanksi terberat dalam kariernya: larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup.
Insiden ini terjadi pada laga babak 32 Besar Liga 4 Jawa Timur antara Perseta 1970 Tulungagung vs Putra Jaya Pasuruan di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Senin (5/1/2026).
Pada menit ke-71, Hilmi melakukan tendangan keras ke arah dada pemain Perseta, Firman Nugraha, yang saat itu sudah tidak menguasai bola.
Aksi tersebut terekam kamera dan dengan cepat viral di media sosial, memicu kecaman luas dari pencinta sepak bola Tanah Air.
Banyak pihak menilai tindakan Hilmi jauh dari nilai sportivitas dan membahayakan keselamatan pemain lain.
Kondisi Firman Nugraha Pasca Insiden Manajer Perseta Tulungagung, Rudi Iswahyudi, mengungkapkan Firman sempat kejang dan mendapatkan penanganan darurat di ambulans setelah insiden tersebut.
Meski awalnya menolak dibawa ke rumah sakit, kondisi Firman memburuk pada malam hari dengan keluhan sesak napas.
Pemeriksaan rontgen di RSUD Kabupaten Bangkalan menunjukkan retak pada tulang rusuk bagian bawah, yang masuk kategori cedera serius.
Atas dasar itu, manajemen Perseta memutuskan mengistirahatkan Firman hingga pulih sepenuhnya.
“Keselamatan pemain adalah prioritas utama kami. Tidak ada kompromi soal kesehatan,” tegas Rudi.
Sanksi Berat untuk Muhammad Hilmi Gimnastiar Komite Disiplin (Komdis) PSSI Jawa Timur bergerak cepat. Dalam Putusan Nomor 001/KOMDIS/PSSI-JTM/2026 tertanggal 6 Januari 2026, Hilmi dinyatakan bersalah melanggar sejumlah pasal berat dalam Kode Disiplin PSSI 2025.
Empat poin utama keputusan Komdis antara lain:
1. Hilmi terbukti melakukan pelanggaran berat dan tidak sportif.
2. Dijatuhi denda Rp2,5 juta.
3. Dihukum larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup.
4. Keputusan masih dapat diajukan banding.
Sanksi ini menjadi salah satu yang terkeras di level kompetisi daerah, sekaligus peringatan tegas bagi pemain lain agar menjaga etika dan keselamatan lawan.gan
Editor : Redaksi





