DLHK Depok Ungkap Penyebab Sampah di TPS Bakti Jaya Menggunung dan Luber ke Jalan

kompas.com
1 hari lalu
Cover Berita

DEPOK, KOMPAS.com - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Depok mengungkap penyebab sampah tempat penampungan sementara (TPS) Bakti Jaya, Kota Depok, menggunung hingga meluber ke jalan, salah satunya karena kendala di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung.

“Iya sedikit (ada longsoran), eh agak tersendat saja gitu. Tapi bener-bener sudah ditangani ya,” kata Kepala DLHK Depok Abdul Rahman saat dihubungi, Rabu (7/1/2026).

Abdul menjelaskan, unit pengangkut sampah yang biasa beroperasi di TPS Bakti Jaya sempat difokuskan untuk menangani persoalan di TPA Cipayung.

Baca juga: Doktif Datangi Polda Metro Jaya, Minta Richard Lee Ditahan

Diperkirakan, longsoran sampah di TPA tersebut membutuhkan sekitar 15 truk tronton untuk merapikan tumpukan sampah.

Selain itu, peningkatan volume timbulan sampah pascalibur Natal dan Tahun Baru juga turut memperparah kondisi TPS Bakti Jaya.

var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=sampah di Depok, sampah meluber di depok, TPS Bakti Jaya&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wNy8xOTU3NTgzMS9kbGhrLWRlcG9rLXVuZ2thcC1wZW55ZWJhYi1zYW1wYWgtZGktdHBzLWJha3RpLWpheWEtbWVuZ2d1bnVuZy1kYW4tbHViZXI=&q=DLHK Depok Ungkap Penyebab Sampah di TPS Bakti Jaya Menggunung dan Luber ke Jalan§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `
${response.judul}
Artikel Kompas.id
`; document.querySelector('.kompasidRec').innerHTML = htmlString; } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } }); xhr.open("GET", endpoint); xhr.send();

“Cuma kan volume sampah kemarin di tahun baru juga meningkat ya, tapi nanti kita atasi kalau untuk Bakti Jaya,” ujarnya.

Kondisi tersebut turut menjadi penyebab melubernya sampah hingga ke bahu Jalan Baru Plenongan, dekat Stasiun Depok Baru.

Oleh karena itu, Abdul mengimbau warga Depok untuk menekan timbulan sampah harian dari rumah masing-masing, mengingat kapasitas TPA Cipayung yang sudah mengalami kelebihan muatan.

“Jadi semoga ada upaya untuk mengurangi sampah dari warga, syukur-syukur ada bank sampah dan dipilah sendiri atau dijadikan kerajinan semacamnya,” lanjut dia.

Baca juga: Gunungan Sampah Setinggi 3 Meter di TPS Bakti Jaya Depok Tumpah ke Bahu Jalan

Sebelumnya, gunungan sampah dari tempat penampungan sementara (TPS) Bakti Jaya, Jalan Cimandiri Raya, meluber ke bahu jalan.

Pantauan Kompas.com di lokasi pada Selasa (6/1/2026), tumpukan sampah yang berada di dalam TPS tampak tak bisa tertampung dan membuat sebagian longsor atau meluber ke bahu jalan.

Sampah yang diperkirakan setinggi 2-2,5 meter ini meluber ke lebih dari separuh Jalan Madrasah dan membentang sepanjang 8-10 meter.

Bau sampah yang masih menyengat hidung ini banyak didominasi dari sampah rumah tangga, plastik, dan sisa makanan basah.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-for-outstream'); });
.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
LazyLoadSlot("div-gpt-ad-Zone_OSM", "/31800665/KOMPAS.COM/news", [[300,250], [1,1], [384, 100]], "zone_osm", "zone_osm"); /** Init div-gpt-ad-Zone_OSM **/ function LazyLoadSlot(divGptSlot, adUnitName, sizeSlot, posName, posName_kg){ var observerAds = new IntersectionObserver(function(entires){ entires.forEach(function(entry) { if(entry.intersectionRatio > 0){ showAds(entry.target) } }); }, { threshold: 0 }); observerAds.observe(document.getElementById('wrap_lazy_'+divGptSlot)); function showAds(element){ console.log('show_ads lazy : '+divGptSlot); observerAds.unobserve(element); observerAds.disconnect(); googletag.cmd.push(function() { var slotOsm = googletag.defineSlot(adUnitName, sizeSlot, divGptSlot) .setTargeting('Pos',[posName]) .setTargeting('kg_pos',[posName_kg]) .addService(googletag.pubads()); googletag.display(divGptSlot); googletag.pubads().refresh([slotOsm]); }); } }

Lebar jalan yang diperkirakan mulanya berkisar 5-6 meter, kini tersisa sekitaran 1,5 meter.

Sejumlah pengendara sepeda motor tampak bergantian melintas dari arah berlawanan, sementara kendaraan roda empat yang dapat melintas hanya mobil berukuran kecil.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ku Hye Sun Resmi Sandang Gelar Magister Jurnalisme Sains
• 10 jam laluinsertlive.com
thumb
DJP Kumpulkan 67.769 SPT Tahunan per 8 Januari 2026, Kurang Bayar Rp57,8 Miliar
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Semifinal Piala Super Spanyol: Barcelona Pesta Gol
• 18 jam lalubisnis.com
thumb
Venezuela Ungkap Operasi AS Tangkap Maduro Tewaskan 100 Orang
• 17 jam laludetik.com
thumb
Kapolresta Yogya Pastikan Peneror Guru Besar UGM Bukan Anggota Polisi
• 7 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.