Pesan Mahfud MD ke Pandji Pragiwaksono: Tenang, Nanti Saya Bela

fajar.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Spesial show Mens Rea milik komika Pandji Pragiwaksono terus menuai perhatian publik dalam beberapa waktu terakhir.

Materi stand up comedy berdurasi lebih dari dua jam yang tayang di Netflix dan menjadi salah satu tontonan terpopuler itu ramai dibicarakan lantaran menyentil sejumlah tokoh politik nasional.

Dalam pertunjukannya, Pandji melontarkan candaan yang menyasar Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ahmad Sahroni, hingga Raffi Ahmad.

Bukan hanya itu, institusi kepolisian juga turut menjadi sasaran kritik komika tersebut.

Tidak heran, perhatian publik tidak sedikit mengarah pada kemungkinan candaan Pandji bersinggungan dengan pasal penghinaan terhadap presiden dan wakil presiden sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru.

Namun, pakar hukum tata negara Prof Mahfud MD menilai materi yang disampaikan Pandji tidak dapat dijerat hukum pidana.

Dikatakan mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan itu, pernyataan Pandji tergolong aman secara hukum.

“Kalau itu dianggap menghina, khusus untuk kasus Pandji Pragiwaksono ini, tidak bisa dihukum,” ujar Mahfud MD, dikutip dari kanal YouTube pribadinya, Rabu (7/1/2026).

Mahfud menjelaskan, salah satu pertimbangannya adalah waktu penyampaian materi tersebut. Ia menyebut, candaan yang dipersoalkan disampaikan sebelum KUHP baru resmi berlaku.

“Karena ketentuan ini dimuat di dalam KUHP baru yang berlaku sejak tanggal 2 (Januari), dia mengatakan bulan Desember,” tambahnya.

Ia pun menegaskan tidak ada alasan hukum untuk mempidanakan Pandji atas materi tersebut.

“Tidak akan dihukum Mas Panji, tenang, nanti saya yang bela,” lanjutnya.

Di sisi lain, Mahfud tidak menampik adanya kekhawatiran publik terkait sejumlah pasal dalam KUHP baru yang dinilai berpotensi mengancam kebebasan berekspresi.

Ia menyatakan sepakat jika pasal-pasal tersebut diuji melalui mekanisme judicial review ke Mahkamah Konstitusi.

“Memang ke depannya itu, makanya saya setuju di bawah ke judicial review, iya dibawa aja,” tandasnya.

Sebelumnya, Pandji menegaskan, Mens Rea tidak dibuat untuk menyerang kelompok atau pihak tertentu.

Dikatakan Pandji, banyak orang keliru memahami arah materi yang ia bawakan di atas panggung.

“Orang berpikir Mens Rea itu dibikin untuk nyenggol ini, nyenggol itu,” ujar Pandji dikutip pada Selasa (6/1/2026).

Namun, ia menekankan bahwa sasaran utama dalam spesial show tersebut justru adalah masyarakat luas.

“Yang disenggol oleh Mens Rea, rakyat Indonesia,” tegasnya.

Pandji menjelaskan, sejak awal hingga akhir pertunjukan, materi stand up yang ia bawakan bertujuan untuk mengajak penonton lebih sadar akan peran mereka dalam sistem demokrasi.

“Dari awal sampai akhir, materi stand up dalam Mens Rea itu untuk bikin semua orang yang tahu dia adalah bagian dari negara demokrasi untuk lebih baik menjadi bagian dari demokrasi,” katanya.

Ia juga menyinggung soal kondisi politik nasional yang kerap dipersoalkan publik.

Kata Pandji, situasi politik tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada elite atau lembaga negara semata.

“Gua ngerasa kondisi politik kita itu sebenarnya tanggung jawab kita juga,” ucapnya.

Pandji menekankan, masyarakat sering kali gemar menyalahkan DPR dan pemerintah tanpa bercermin pada realitas bahwa wakil rakyat merupakan cerminan dari masyarakat itu sendiri.

“Cuma kita sering banget, ih salah ini, salah ini, DPR kacau. Lah DPR kan rata-rata rakyat,” Pandji menuturkan.

“Ia melanjutkan, Kan perwakilan rakyat, rata-rata rakyat kayak gitu ya lu dapet orang kayak gitu,” tambahnya.

Karena itu, Pandji mengajak masyarakat untuk mulai berbenah jika menginginkan perubahan dalam dunia politik.

“Kalau nggak pengen dapat orang kayak gitu, yah benahi diri kita. Gue jamin sejamin-jaminnya,” timpalnya.

Terkait Mens Rea, Pandji mengklaim pertunjukan tersebut dirancang agar bisa dinikmati oleh semua kalangan, baik yang paham politik maupun yang awam.

“Orang nggak ngerti politik, masuk Mens Rea, keluar ngerti. Gue jamin. Belum tentu suka, tapi ngerti,” terang dia. (Muhsin/fajar)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Trump: Venezuela bisa gunakan pendapatan minyak untuk beli produk AS
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Jaksa Minta Izin Hakim untuk Sita Aset Nadiem di Dharmawangsa
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Saham AI Bangkit Lagi, Indeks Nasdaq Menguat Meski S&P 500 Turun
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Pecahkan Rekor Dunia, Rizki Juniansyah Naik Pangkat dari Letda ke Kapten
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Zodiak Penuh Kasih Sayang: Cancer Selalu Ada, Pisces Menyentuh Hati
• 7 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.