BEKASI, KOMPAS.com – Pelayanan terhadap masyarakat di Kantor Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, tetap berjalan meski aliran listrik kantor tersebut diputus oleh PLN sejak Rabu (31/12/2025) akibat menunggak pembayaran.
“Meski aliran listrik terputus, tetap kami melayani masyarakat seperti pelayanan surat-menyurat ataupun informasi. Pelayanan tetap berjalan,” ujar Kepala Urusan Tata Usaha dan Umum Desa Sumberjaya, Supriyadi, saat ditemui Kompas.com di kantor desa, Rabu (7/1/2026).
Untuk kebutuhan administrasi yang memerlukan listrik, perangkat desa mengalihkan sementara ke Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) setempat.
Baca juga: Tunggak Pembayaran, Aliran Listrik Kantor Desa Sumberjaya Bekasi Diputus PLN
Supriyadi mengatakan, seluruh perangkat desa juga tetap menjalankan tugas meski belum menerima gaji sejak Agustus 2025.
“Sebagai pelayan masyarakat, kami tetap berjalan untuk pelayanan kesra (kesejahteraan rakyat). Seperti ambulans desa yang memang mobilitasnya tinggi untuk membantu warga miskin,” ujarnya.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=aliran listrik kantor desa sumberjaya bekasi diputus, kantor desa sumberjaya bekasi tunggak pembayaran listrik, Kantor Desa Sumberjaya bekasi&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wNy8yMDE2MTM2MS9sYXlhbmFuLWRpLWthbnRvci1kZXNhLXN1bWJlcmpheWEtdGV0YXAtYmVyamFsYW4tbWVza2ktYWxpcmFuLWxpc3RyaWs=&q=Layanan di Kantor Desa Sumberjaya Tetap Berjalan meski Aliran Listrik Diputus§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `Ia menjelaskan, pemutusan listrik tidak berdampak pada seluruh ruangan kantor desa karena sistem kelistrikan menggunakan beberapa meteran.
“Tidak semua (terputus). Meterannya memang terbagi. Yang terputus itu di kantor utama, kalau ruang rapat masih teraliri. Tapi kalau tokennya habis, ya berarti tidak ada juga aliran listrik,” kata Supriyadi.
Menurut dia, PLN telah menyampaikan surat pemberitahuan sebelum melakukan pemutusan aliran listrik.
“Sudah ada surat pemberitahuan terlebih dahulu. Kami juga sudah sampaikan ke pemerintah daerah bagaimana nanti kalau operasional terhenti atau terhambat karena tidak adanya anggaran biaya,” ujarnya.
Baca juga: Kas Desa Kosong Imbas Dugaan Korupsi, Listrik Kantor Desa Sumberjaya Diputus
Dengan keterbatasan anggaran yang ada, pihak desa terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan dinas terkait untuk mencari solusi.
“Sampai detik ini pun kami masih berkonsultasi dengan kecamatan dan dinas untuk meminta arahan kapan anggaran bisa dicairkan,” kata Supriyadi.
Ketiadaan dana kas desa disebut menjadi penyebab utama pemutusan listrik di Kantor Desa Sumberjaya.
Supriyadi menuturkan, kondisi keuangan desa yang kosong tidak terlepas dari kasus dugaan korupsi Dana Desa yang menyeret Penjabat Kepala Desa Sumberjaya periode 2024–2025, Sumardi, serta Bendahara Desa, Tabrani.
“Pastinya ada kaitan (korupsi) Dana Desa tahap satu. Dana Desa yang seharusnya sekitar Rp 2 miliar lebih, ini hanya sisa saldo Rp 2 juta pada bulan Agustus,” ungkapnya.
Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Sumberjaya Ike Rahmawati mengatakan hingga kini belum ada tindak lanjut dari Pemerintah Kabupaten Bekasi terkait kondisi keuangan desa.
Baca juga: DLHK Depok Ungkap Penyebab Sampah di TPS Bakti Jaya Menggunung dan Luber ke Jalan





