Pemerintah memaparkan sejumlah langkah rehabilitasi dan pemulihan ekonomi pascabencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara dengan menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat serta penggerakan ekonomi lokal.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyampaikan, sektor industri kreatif dan ekonomi kreatif menjadi salah satu fokus utama dalam fase pemulihan.
"Terima kasih. Kami di bawah Kemenko Pemberdayaan Masyarakat terus melaporkan tentang program yang kami siapkan, selain waktu saat terjadi bencana, bantuan sudah diberikan tetapi adalah bagaimana industri kreatif, ekonomi kreatif yang ada di Aceh, Sumbar, dan Sumut ini dapat bangkit kembali," ujar Teuku Riefky dalam konferensi pers di Kemenko PM, Jakarta Pusat, Rabu (7/1).
Ia menjelaskan, program pemulihan tersebut akan menyasar langsung para pegiat ekonomi kreatif maupun desa-desa kreatif melalui koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah.
"Nah adapun program-program yang akan dilakukan, nanti kami juga akan terus berkoordinasi dengan lintas Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah adalah baik yang kaitannya untuk langsung kepada pegiat ekonomi kreatif di berbagai daerah tersebut ataupun juga kaitannya dengan desa-desa kreatif," katanya.
Sementara itu, Menteri UMKM Maman Abdurahman mengungkapkan pihaknya telah membentuk Klinik UMKM Bangkit sebagai tindak lanjut arahan Kemenko Pemberdayaan Masyarakat.
"Menindaklanjuti apa yang memang memang jadi arahan dan rapat koordinasi dengan Kemenko Pemberdayaan Masyarakat oleh Cak Imin, kami dari Kementerian UMKM sudah membentuk klinik UMKM Bangkit, di mana klinik UMKM Bangkit ini akan memberikan tiga layanan," ujarnya.
Layanan pertama yang diberikan adalah pembiayaan, termasuk relaksasi pinjaman bagi UMKM terdampak.
"Layanan pertama adalah layanan pembiayaan yang sekarang sudah diputuskan dan dirapatkan di rapat komite pembiayaan bahwa terkait piutang, pinjaman usaha, dan lain sebagainya UMKM di wilayah terdampak akan diberikan relaksasi dan nanti akan kita petakan mana-mana saja yang akan dihapuskan," kata Maman.
Di sisi lain, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) juga menyiapkan langkah pemulihan melalui perluasan kesempatan kerja. Menteri P2MI Mukhtarudin mengatakan, program penempatan pekerja migran akan diprioritaskan bagi daerah terdampak.
"Kami hari ini juga sudah mendapat arahan dari Bapak Menko terkait dengan proses pemulihan pemberdayaan masyarakat di daerah terdampak, khususnya yang terkait dengan KP2MI," ujarnya.
Ia menambahkan, program prioritas penempatan 500 ribu pekerja migran akan difokuskan ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, termasuk fasilitasi pelatihan dan pendampingan bagi keluarga pekerja migran yang terdampak bencana.
"Tentu kita akan mempersiapkan dari program quick win Bapak Presiden prioritas tentang penempatan 500 ribu pekerja migran ke luar negeri, 300 ribu dari SMK go global, dan 200 ribu dari umum, ini akan kita prioritaskan kepada daerah-daerah yang terdampak. Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Akan kita fasilitasi pelatihan kemudian penempatannya," tandasnya.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5261424/original/075415200_1750668233-library_upload_21_2025_02_645x430_persib-1_9991aa9.jpg)

