Perusahaan Love Scamming Internasional di Sleman Raup Puluhan Miliar Tiap Bulan, Punya Cabang di Lampung

tvonenews.com
1 hari lalu
Cover Berita

Yogyakarta, tvOnenews.com - Polresta Yogyakarta mengungkap praktik love scamming yang dilakukan oleh PT Altair Trans Service di Sleman mampu meraup keuntungan hingga puluhan miliar per bulan. Bahkan, perusahaan itu diketahui memiliki cabang di Lampung.

"Kami lagi komunikasi dengan Polda Lampung untuk melakukan penindakan hal yang sama disana," ujar Kompol Riski Adrian, Kasatreskrim Polresta Yogyakarta saat rilis kasus, Rabu (7/1/2026).

Lebih lanjut, kasus love scamming di perusahaan tersebut melibatkan ratusan karyawan dengan lama kerja yang berbeda.

"Untuk total pegawainya 160 hingga 200 an orang. Waktu kerjanya berbeda-beda, ada yang sudah setahun, ada yang baru enam bulan, ada yang tiga bulan, bahkan ada yang baru satu minggu," ucapnya.

Kompol Riski pun menyebut, proses rekrutmen karyawan cukup simpel. Perusahaan hanya mensyaratkan pandai berbahasa Inggris.

Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi, kantor tersebut mampu meraup keuntungan hingga Rp33 Miliar per bulan dari para korbannya.

"Kegiatan ini berjalan hampir satu tahun. Setiap sif memiliki target dua juta koin per bulan dengan nilai tiap 16 koin setara 5 Dollar," kata dia.

Dijelaskannya, setiap sif mampu menghasilkan Rp10-11 Miliar. Sementara dalam satu hari terdapat tiga sif.

"Tinggal Rp11 Miliar dikalikan 3 per bulan," terangnya.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan enam orang tersangka yang terdiri dari empat orang pria dan dua perempuan. Mereka inisial R (35) warga Sleman, P (28) warga Ponorogo, V (28) warga Bandung, G (22) warga Bantul, H (33) warga Kebumen dan M (28) warga NTT.

Pun, turut menyita barang bukti berupa 50 unit laptop, 30 unit handphone, 4 kamera pengawas atau CCTV dan 2 router Wi-Fi.

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia menuturkan, modus operandi yang digunakan oleh PT Altair Trans Service yakni menyediakan tenaga kerja sesuai permintaan klien atau pemilik aplikasi dari Cina.

Para karyawan dipekerjakan sebagai admin percakapan, pada aplikasi kencan daring bernama WOW yang sudah diinstal di device yang disiapkan pihak perusahaan baik laptop maupun handphone. Di dalamnya, memuat foto maupun video pornografi.

Mereka berperan sebagai admin chat yang dalam operasionalnya berperan sebagai wanita menyesuaikan dengan negara asal korban atau user untuk berinteraksi dengan para pengguna aplikasi yang merupakan warga negara asing dari Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Australia.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Polda Jatim Gelar Panen Raya Jagung Serentak, Dukung Swasembada Pangan Nasional
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
19 Tahun Partai Hanura: Semangat Peduli Daerah
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ribuan Buruh Bakal Demo di Jakarta Hari Ini, Polisi Turunkan 1.659 Personel
• 18 jam lalukatadata.co.id
thumb
Trump Siapkan Tawaran untuk Beli Greenland dari Denmark
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Polisi Bandara Soetta amankan perempuan diduga pramugari gadungan
• 1 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.