Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan fasilitas kesehatan yang terdampak banjir bandang Sumatra kembali pulih dalam waktu dekat. Budi mengatakan, tahap pemulihan dilakukan sejak pekan pertama Januari 2026.
“Sekarang kita sudah memasuki tahap ketiga (pemulihan). Saya berdoa mudah-mudahan akhir Maret ini semua bisa pulih kembali,” kata Budi dalam konferensi pers update penanganan banjir Sumatra di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Rabu (7/1).
Ia mengatakan tahapan pemulihan ini merupakan yang paling berat karena langkah akhir memastikan fasilitas kesehatan terdampak kembali beroperasi.
“Karena alat-alatnya (harus) benar dipastikan beroperasi, alat rumah sakit mahal-mahal. Puskesmas itu komputernya hilang semua,” kata dia.
Budi mengatakan pemulihan rumah sakit menjadi prioritas karena merupakan layanan yang paling vital untuk dapat menyelamatkan korban terdampak. Dia mengatakan saat ini ada beberapa fasilitas kesehatan yang berhenti beroperasi.
“Ada sembilan yang benar-benar harus berhenti beroperasi,” kata Budi.
Pada 1 Desember 2025, Kementerian Kesehatan membentuk Pusat Krisis Kesehatan di tiga provinsi terdampak untuk mendata aset rumah sakit dan Puskesmas.
Budi mengatakan, saat ini seluruh 87 RSUD di daerah terdampak bencana mulai dapat beroperasi kembali. Kemudian pada minggu kedua Desember 2025, proses pemulihan telah dilakukan 867. Dari angka tersebut, 152 di antaranya terdampak parah.
“Tinggal tiga lagi yang belum bisa beroperasi. Yaitu di Aceh Tengah, Rusip Antara; di Aceh Tenggara, Jambur Laklak; dan di Aceh Timur, Lokop," kata Budi.
Budi mengatakan, Kementerian Kesehatan hingga kini telah mengirimkan 4.000 relawan yang ditempatkan di 1.000 pengungsian tersedia. “Mereka memang prioritasnya adalah untuk menjangkau daerah-daerah pengungsian atau desa-desa terisolir,” katanya.



