JAKARTA, KOMPAS.com — Korban penusukan oleh orang tak dikenal (OTK) di Jalan Raya Kemang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, yang terjadi pada Kamis (1/1/2026) dini hari, dilaporkan meninggal setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Adik korban, Faris, mengatakan kakaknya yang berinisial RHM mengembuskan napas terakhir pada Senin (5/1/2026) malam, setelah lima hari dirawat di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.
“Iya sudah meninggal di RS Polri tanggal 5 malam. Di tanggal 6 dimakamkan,” kata Faris saat dihubungi Kompas.com, Rabu (7/1/2026).
Baca juga: Pria Ditusuk OTK di Mampang Jaksel Diduga Gara-gara Senggolan di Jalan
Faris menuturkan, sebelum kejadian, kakaknya baru saja pulang bekerja dan berniat mampir ke rumah keluarga pacarnya. Namun, di tengah perjalanan, korban terlibat insiden yang berujung penusukan.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=mampang prapatan, korban penusukan, Polisi tangkap pelaku, OTK Kemang&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wNy8yMTMzMzgyMS9rb3JiYW4tcGVudXN1a2FuLW90ay1kaS1rZW1hbmctbWVuaW5nZ2FsLXVzYWktZGlyYXdhdC01LWhhcmk=&q=Korban Penusukan OTK di Kemang Meninggal Usai Dirawat 5 Hari§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `Ia berharap kepolisian dapat segera menangkap pelaku, terlebih wajah pelaku disebut terlihat jelas dalam rekaman video yang beredar.
“Dari kami sih pengen cepet dapat pelakunya karena ada video bukti yang jelas, ada keterangan dari teman-teman di sana. Ini harusnya nggak nyampe sehari pun dapet,” tutur dia.
Sementara itu, Kapolsek Mampang Prapatan menyampaikan kepolisian masih terus melakukan pencarian terhadap pelaku dengan melibatkan jajaran di atasnya.
“Anggota kami masih nyari pelaku, bergabung dengan Polres dan Polda dalam rangka ungkap kasus tersebut,” kata dia saat dihubungi terpisah.
Adapun peristiwa penusukan tersebut terjadi setelah malam pergantian Tahun Baru 2026, tepatnya pada Kamis (1/1/2026) dini hari.
Baca juga: Pedagang Kuliner di Kalibata Terima Ancaman Usai Ungkap Kesedihan Kios Dibakar OTK
Kapolsek Mampang Prapatan Komisaris S. Aba Wahid Key menjelaskan, kejadian bermula dari senggolan kendaraan di jalan raya yang memicu cekcok antara korban dan pelaku.
“Ya dugaan sementara seperti itu, senggolan di jalan. Dari pihak pengemudi roda empat ini tidak terima,” kata Wahid kepada wartawan, Minggu (4/1/2026).
Saat kedua pihak berhenti, korban dan temannya sempat terlibat adu mulut dengan pelaku. Pelaku yang diketahui berboncengan tiga orang diduga berada dalam pengaruh alkohol.
Korban sempat berupaya menyelesaikan persoalan secara damai, namun pelaku menolak. Dalam situasi tersebut, pelaku kemudian mengeluarkan sebilah pisau dan menusukkannya ke bagian perut korban.
Usai kejadian, korban segera dilarikan ke RSUD Mampang. Namun, karena kondisi luka yang cukup parah dan tidak dapat ditangani di rumah sakit tersebut, korban akhirnya dirujuk ke RS Polri Kramat Jati untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


