HARIAN FAJAR, BULUKUMBA – Usulan Kepala Daerah dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mendapatkan dukungan dari Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bulukumba, KH. Hakim Bohari.
Dukungan tersebut bukan tanpa alasan, sebab menurutnya Pilkada langsung terbukti berpotensi merusak persatuan Bangsa dan Merusak Silaturahmi Masyarakat di akar Rumput.
Selain itu, Pilkada dipilih oleh DPRD juga sesuai dengan Sila keempat, sementara alasan lainnya, Pengangkatan Pejabat Daerah hasil pilkada langsung berbasis Tim sukses, bukan berbasis Profesionalis.
Sementara di sisi lain, ongkos Pilkada langsung menguras keuangan negara dan calon itu sendiri.
Dengan dasar itu, ketua PCNU Bulukumba sepakat jika Pilkada mendatang, calon kepala daerah dipilih oleh DPRD.
Sementara berdasarkan Teori Ushul Fiqih kata dia, ada rumus maslahah dan mafsadah. Artinya jika sebuah aktivitas sosial, politik, keagamaan lebih banyak menimbulkan efek negatif maka cari solusi yang lebih sedikit dampak negatifnya.
“Jadi Pilkada langsung memiliki banyak dampak negatif di masyarakat, misalnya menimbulkan money politic yang masif karena masyarakat secara umum tidak melihat lagi visi misi dan kualitas calon tapi mana amplop yang paling tebal,” cetusnya, Rabu, 7 Januari 2026.
Soal politik kata dia, rakyat tidak perlu lagi dilibatkan langsung, tapi serahkan ke ahlinya, yaitu perwakilan rakyat.
“Dampak sosial pemilihan langsung juga ada. Kemudian ketegangan antar masyarakat dan kerukunan antar warga, juga keluarga terus terjadi. Hingga potensi-potensi warga tidak kompak dan maksimal, karena terkuras pada konflik sosial terus menerus pasca Pilkada,” tutupnya. (fad)




