Muntok, VIVA – Paradigma lama yang memandang layanan kesehatan di balik jeruji besi bersifat ala kadarnya, kini mulai terpatahkan lewat akreditasi yang diraih klinik di Rumah Tahanan (Rutan) Muntok. Klinik Pratama Armelia tersebut kini berstandar nasional dan sejajar dengan fasilitas kesehatan pada umumnya.
Kepala Rutan Muntok, Andri Ferly menyampaikan pihaknya ingin menepis pandangan umum bahwa layanan kesehatan di balik jeruji besi bersifat seadanya. Padahal, menurutnya hak dasar manusia untuk mendapatkan layanan medis bermutu adalah prioritas yang tidak bisa ditawar.
Ia menjelaskan, klinik tersebut tidak hanya melayani Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), tetapi juga dibuka untuk keluarga WBP, pegawai rutan, masyarakat umum dan peserta BPJS Kesehatan. Baginya, keberadaan klinik tersebut harus dapat memberi manfaat bagi masyarakat.
"Kami ingin membuktikan bahwa rutan bukan lagi tempat yang suram dalam hal pelayanan dasar. Ini adalah bukti bahwa standar medis di sini dapat setara dengan fasilitas kesehatan publik di luar sana," ujarnya, Rabu 7 Januari 2025.
Menurutnya, klinik di lingkungan rutan memiliki peran yang jauh lebih kompleks dibandingkan faslitas kesehatan lainnya. Sebab, keberadaannya juga harus mampu mendeteksi dini dan memitigasi risiko kesehatan terhadap penghuni rutan.
Andri Ferly menyampaikan proses untuk meraih predikat ini membutuhkan perjuangan panjang, mulai dari pembenahan sarana prasarana, penguatan prosedur operasional standar (SOP), hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Akreditasi tersebut menjadi bukti bahwa manajemen klinik, fasilitas medis, jaminan mutu dan kompetensi tenaga kesehatan di Rutan Muntok telah memenuhi Standar Nasional dari Kementerian Kesehatan.
Ferly juga mengatakan pencapaian tersebut tak lepas dari dukungan masyarakat, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kantor wilayah Kepulauan Babel, Dinas Kesehatan dan Puskesmas Muntok.
"Ini bukan sekadar pengakuan formal, melainkan bukti bahwa standar mutu dan keselamatan pasien telah terpenuhi sesuai regulasi yang berlaku," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat, Muhammad Sapi'i Rangkuti, menyatakan bahwa Klinik Rutan Muntok menjadi klinik pertama di lingkungan Lapas dan Rutan di wilayah Babel yang berhasil meraih predikat akreditasi.





