Klinik Rutan Muntok Kini Buka Akses bagi Pasien BPJS dan Masyarakat Umum

viva.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

Muntok, VIVA – Paradigma lama yang memandang layanan kesehatan di balik jeruji besi bersifat ala kadarnya, kini mulai terpatahkan lewat akreditasi yang diraih klinik di Rumah Tahanan (Rutan) Muntok. Klinik Pratama Armelia tersebut kini berstandar nasional dan sejajar dengan fasilitas kesehatan pada umumnya.

Kepala Rutan Muntok, Andri Ferly menyampaikan pihaknya ingin menepis pandangan umum bahwa layanan kesehatan di balik jeruji besi bersifat seadanya. Padahal, menurutnya hak dasar manusia untuk mendapatkan layanan medis bermutu adalah prioritas yang tidak bisa ditawar.

Baca Juga :
Astra Tebar Puluhan Ambulans ke Daerah, Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat
Masuki Tahun Baru 2026, Begini Tata Cara Skrining Kesehatan BPJS

Ia menjelaskan, klinik tersebut tidak hanya melayani Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), tetapi juga dibuka untuk keluarga WBP, pegawai rutan, masyarakat umum dan peserta BPJS Kesehatan. Baginya, keberadaan klinik tersebut harus dapat memberi manfaat bagi masyarakat.

"Kami ingin membuktikan bahwa rutan bukan lagi tempat yang suram dalam hal pelayanan dasar. Ini adalah bukti bahwa standar medis di sini dapat setara dengan fasilitas kesehatan publik di luar sana," ujarnya, Rabu 7 Januari 2025.

Menurutnya, klinik di lingkungan rutan memiliki peran yang jauh lebih kompleks dibandingkan faslitas kesehatan lainnya. Sebab, keberadaannya juga harus mampu mendeteksi dini dan memitigasi risiko kesehatan terhadap penghuni rutan.

Andri Ferly menyampaikan proses untuk meraih predikat ini membutuhkan perjuangan panjang, mulai dari pembenahan sarana prasarana, penguatan prosedur operasional standar (SOP), hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Akreditasi tersebut menjadi bukti bahwa manajemen klinik, fasilitas medis, jaminan mutu dan kompetensi tenaga kesehatan di Rutan Muntok telah memenuhi Standar Nasional dari Kementerian Kesehatan.

Ferly juga mengatakan pencapaian tersebut tak lepas dari dukungan masyarakat, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kantor wilayah Kepulauan Babel, Dinas Kesehatan dan Puskesmas Muntok. 

"Ini bukan sekadar pengakuan formal, melainkan bukti bahwa standar mutu dan keselamatan pasien telah terpenuhi sesuai regulasi yang berlaku," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat, Muhammad Sapi'i Rangkuti, menyatakan bahwa Klinik Rutan Muntok menjadi klinik pertama di lingkungan Lapas dan Rutan di wilayah Babel yang berhasil meraih predikat akreditasi.

Baca Juga :
Pramono Ungkap Belum Ada Kasus Super Flu di Jakarta: Kita Harus Bersiap
5 Manfaat Luar Biasa Bit bagi Kesehatan Tubuh, Jaga Jantung hingga Otak
Anggota DPR Nilai Program MBG jadi Investasi Kesehatan dan Gizi untuk Masa Depan Bangsa

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kesalahan Sistem, Gaji 12 Ribu ASN Purwakarta Tertunda
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polisi Bandara Soetta amankan perempuan diduga pramugari gadungan
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Peraih Medali Emas Tunggal Terima Bonus 1 Miliar Rupiah, Terbesar Sepanjang Sejarah
• 10 jam lalutvrinews.com
thumb
Bahlil akan wajibkan bensin campur etanol paling lambat 2028
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Ogah Mediasi dengan Richard Lee, Doktif Mantap Tutup Pintu Damai: Bodoh Aja Kalau Mau
• 9 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.