Guru tertinggi dari tradisi Karma Kagyu, Guru Vajradhara Yang Mulia Chamgon Kenting Tai Situpa, melakukan kunjungan spiritual ke Candi Borobudur, Jawa Tengah. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Dharma Teaching and Empowerment yang digelar di Magelang pada 8-11 Januari 2026.
Didampingi Sekjen Majelis Palpung Indonesia, Karuna Murdaya, Yang Mulia Chamgon Kenting Tai Situpa bersama para Bhiksu Sangha dan umat mancanegara melakukan prosesi Pradaksina. Ritual penghormatan dengan mengelilingi candi ini berlangsung khidmat hingga menuju puncak Borobudur.
Baca juga:
Guru Vajradhara His Holiness the 12th Chamgon Kenting Taisitupa Tiba di Indonesia
Dalam kesempatan tersebut, H.H. Chamgon Kenting Tai Situpa menekankan pentingnya posisi Indonesia dalam sejarah Buddhisme dunia.
"Tempat ini sangat-sangat sakral, seperti yang Anda tahu, karena Guru Besar Buddhis yang tercerahkan, Serlingpa, berada di pulau seberang (Sumatera). Jadi, tempat suci Suwarnadwipa adalah salah satu dari tempat yang sangat suci bagi Vajrayana dan Buddhisme di seluruh dunia," ujar H.H. Chamgon Kenting Tai Situpa.
"Jadi hari ini kita berada di sini, dan kita semua bersama-sama baru saja memperbarui Ikrar Bodhisattva kita. Itu berarti kita berharap untuk bebas dari segala kekotoran batin: kemarahan, kecemburuan, ketidaktahuan, ego, dan juga kemelekatan," tambahnya,
Di puncak candi, beliau memimpin doa untuk memperbarui Ikrar Bodhisattva, sebuah tekad suci untuk membebaskan diri dari kekotoran batin seperti kemarahan, kecemburuan, dan ego.
Dorong Wisata Spiritual Sekjen Majelis Palpung Indonesia, Karuna Murdaya, menyatakan bahwa kehadiran tokoh besar seperti Tai Situpa diharapkan dapat memperkuat posisi Borobudur sebagai pusat wisata religi dunia.
"Ini kesempatan sangat bagus bagi umat Buddha dunia untuk Pradaksina. Harapan kita bisa lebih sering membawa grup dari seluruh dunia, baik dari aliran Theravada, Mahayana, maupun Vajrayana. Kita mendukung Borobudur sebagai pusat praktik dan pendidikan agama Buddha yang hidup," ujar Karuna Murdaya.



