Pantau - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menegaskan pentingnya kesiapan daerah dalam menyambut implementasi proyek Waste to Energy (WTE) di 34 titik yang direncanakan pemerintah.
Ia menyebut bahwa masa transisi harus disiapkan secara matang, terutama dalam menghadapi lonjakan volume sampah yang biasa terjadi saat Lebaran atau menjelang hari-hari besar lainnya.
Persiapan Masa Transisi Jadi Kunci"Persiapan masa transisi ini dapat dilakukan dengan penguatan layanan dasar pengelolaan sampah, optimalisasi pengangkutan sampah, penataan tempat penampungan sementara, serta penertiban praktik pembuangan liar," ungkapnya.
Eddy mengatakan bahwa pada tahap persiapan program WTE ini, dirinya telah berdialog langsung dengan para wali kota dari sejumlah daerah prioritas penerapan proyek.
Ia menyebut bahwa sejumlah aspirasi telah diterima dari kepala daerah seperti Wali Kota Bandung, Palembang, Tangerang Selatan, Yogyakarta, Manado, Balikpapan, hingga Denpasar.
"Berbagai aspirasi disampaikan seperti misalnya mengenai upaya memaksimalkan kapasitas 1.000 ton hingga bagaimana agar program WTE ini sejalan dengan upaya mengubah perilaku masyarakat di hulunya," ia mengungkapkan.
WTE Dinilai Jadi Solusi Strategis untuk Sampah dan EnergiEddy juga menyatakan dukungan penuh terhadap program Waste to Energy sebagai solusi strategis untuk mengatasi persoalan sampah yang selama ini belum tertangani secara menyeluruh.
"Terobosan Presiden Prabowo dengan program WTE menjadi kebijakan penting dalam memenuhi hak warga untuk lingkungan hidup yang bersih dan sehat sekaligus menghasilkan energi terbarukan," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dirinya turut aktif dalam penyusunan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 tentang Waste to Energy.
"Dalam pembahasan Perpres 109/2025 kami ikut memberikan masukan agar program ini bisa sinergi dengan kesiapan daerah mulai dari pemda, perangkat hingga warga dalam implementasinya," ungkapnya.



