Rasyid Mayang: Gus Salam Cocok Memimpin PBNU

jpnn.com
1 hari lalu
Cover Berita

jpnn.com - JAKARTA - Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Jayapura Rasyid T. Mayang menilai solusi untuk mengakhiri konflik di tubuh Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) hanya satu, yakni mengganti kepemimpinan.

Menurutnya, dari sekian banyak tokoh, KH Abdussalam bin Shohib Bishri atau Gus Salam cocok memimpin NU.

BACA JUGA: Begini Kata Kiai Maruf Amin soal Muktamar NU Bersama

"Sebelum terlambat, NU harus didekatkan kembali, bahkan kepemimpinan NU dikembalikan kepada dzurriyah pendiri agar dijalankan secara baik dan benar. Dari sekian banyak tokoh drurriyah muassis NU, KH Abdussalam bin Shohib Bishri atau Gus Salam cocok memimpin NU," katanya, Rabu (7/1).

Rasyid tidak habis pikir, konflik PBNU yang melibatkan para top leader, tidak segera diselesaikan dengan mekanisme konstitusional yang disepakati. Kesepakatan itu telah dibimbing para sesepuh NU, terang benderang agar secepatnya Muktamar.

BACA JUGA: Prihatin Mendengar Korupsi Kuota Haji, Dimyati Dorong Muktamar NU Dipercepat

"Saya tetap memilih MLB (Muktamar Luar Biasa), karena kerusakannya terlalu dalam bagi NU, dan (mosi) tidak lagi percaya kepada PBNU," ujarnya.

Dia mengatakan, di Papua, dakwah NU sejalan dengan kompleksitas perjuangan menegakkan NKRI dan ideologi ahlussunnah wal jama’ah.

BACA JUGA: Gus Salam: Kiai Miftachul dan Gus Yahya Lebih Baik Mundur

Ada tantangan geografis, ekonomi, infrastruktur, multikultur, dan konflik lokal.

"Alhamdulillah, saya menjadi bagian dari usaha itu, setelah pensiun dari kesatuan TNI AD," kata Rasyid.

Dia menilai para pemimpin di PBNU saat ini, telah kehilangan kualitas sebagai pemimpin organisasi keagamaan.

"Di permukaan konflik mereka saling menyakiti secara verbal. Tiada lagi teladan baik dari manuver-manuver mereka untuk saling menggalang pembenaran dalam berkonflik," ujarnya.

Kenapa Gus Salam?

"Saya mengenal dan memahami kepribadiannya saat bertemu langsung di Surabaya. Saya berkesimpulan bahwa orang hebat tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan dan kenyamanan, tetapi dibentuk oleh kesulitan, tantangan, dan pengorbanan," tuturnya. (*/jpnn)


Redaktur & Reporter : Mufthia Ridwan


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BMKG Prakirakan Hujan di Jakarta dan Kepulauan Seribu Sepanjang Hari
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
Keterbatasan Armada Jadi Penyebab Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Aceh Masih 'Lumpuh', Status Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang Hingga 22 Januari
• 9 jam lalusuara.com
thumb
Ammar Zoni Meminta Tak Dikembalikan ke Nusakambangan, Akui Lebih Nyaman di Lapas Cipinang
• 16 jam lalugrid.id
thumb
Trump Tarik AS dari 66 Organisasi Internasional, Termasuk UNFCCC dan UNFPA
• 12 menit lalupantau.com
Berhasil disimpan.