Tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban meninggal dunia akibat banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara. Dengan penemuan ini, total korban jiwa kini menjadi 17 orang per Rabu 7 Januari 2026.
Kasi Ops Basarnas Sulawesi Utara, Ida Bagus Nyoman, mengonfirmasi bahwa korban ke-17 ditemukan pada pukul 11.40 WITA di hari ketiga pencarian.
"Hari ini kami menemukan satu korban atas nama Clayton Azriel. Saat ini kami masih fokus mencari dua orang korban lagi yang dilaporkan hilang di Desa Bahu," ujar Nyoman dalam Metro Hari Ini, Metro TV.
Baca juga:
Sitaro Tanggap Darurat Bencana Hingga 18 Januari
Terkendala Cuaca dan Medan Berat
Proses pencarian dan evakuasi di lapangan menghadapi tantangan berat. Nyoman menjelaskan, keberadaan bebatuan besar yang terbawa banjir bandang menyulitkan pergerakan tim dan alat berat. Selain itu, faktor cuaca yang tidak menentu juga menjadi kendala.
"Banyaknya bebatuan besar sedikit menghambat proses pencarian. Ditambah lagi tadi baru saja turun hujan, sehingga pencarian hari ini sementara kami hentikan dan dilanjutkan esok hari," jelasnya.
Meski demikian, sebanyak delapan unit alat berat telah dikerahkan untuk membantu membuka akses dan mencari korban. Nyoman memastikan hampir seluruh akses wilayah yang sempat terisolir kini sedang dalam proses pembukaan atau sudah bisa ditembus.
Hingga saat ini, tercatat 682 warga telah dievakuasi ke tempat pengungsian yang tersebar di tenda-tenda darurat dan gedung gereja. Pemerintah Kabupaten Sitaro sendiri telah menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi mulai 5 hingga 18 Januari 2026.



