Arab Saudi Salurkan Bantuan Makanan dan Dirikan Kamp Pengungsian Baru untuk Warga Gaza

pantau.com
1 hari lalu
Cover Berita

Pantau - Pusat Bantuan dan Kemanusiaan Raja Salman (KSrelief) kembali menyalurkan bantuan makanan kepada para pengungsi di Jalur Gaza bagian selatan pada Selasa, 6 Januari 2026.

Bantuan Makanan untuk Pengungsi Gaza

Inisiatif ini merupakan bagian dari kampanye kemanusiaan Kerajaan Arab Saudi untuk mendukung rakyat Palestina.

Tim lapangan dari Pusat Kebudayaan dan Warisan Saudi, mitra resmi KSrelief di Jalur Gaza, membagikan paket makanan kepada para pengungsi yang kehilangan rumah dan mata pencaharian akibat konflik yang berkepanjangan.

Bantuan darurat ini dianggap sangat krusial dalam meringankan penderitaan masyarakat Gaza serta menyediakan kebutuhan dasar yang mendesak seperti makanan.

Tindakan ini sekaligus memperkuat peran utama Arab Saudi dalam sektor kemanusiaan global dan menunjukkan prinsip solidaritas dengan mereka yang membutuhkan.

"Ini adalah bagian dari komitmen moral dan kemanusiaan Arab Saudi untuk terus mendukung rakyat Palestina," ungkap Abdullah bin Abdulaziz Al Rabeeah, Kepala KSrelief, kepada Saudi Press Agency (SPA).

Kamp Pengungsian Baru di Kota Gaza

Sehari sebelumnya, pada Senin, 5 Januari 2026, KSrelief juga mendirikan sebuah kamp pengungsian baru di Kota Gaza.

Kamp ini dirancang untuk menampung keluarga-keluarga yang kembali dari pengungsian paksa di wilayah tengah dan selatan Jalur Gaza, setelah tempat tinggal mereka hancur total akibat bencana besar.

Kamp tersebut berlokasi di lingkungan Tel Al-Hawa, salah satu kawasan yang paling terdampak di Kota Gaza.

Pendirian kamp dan penyaluran bantuan makanan ini merupakan bagian dari tanggapan langsung terhadap memburuknya situasi kemanusiaan di wilayah tersebut.

Arab Saudi juga meningkatkan distribusi bantuan kemanusiaan ke Gaza melalui jalur udara, laut, dan darat, sebagai bentuk komitmen lanjutan dalam mendukung rakyat Palestina.

Seluruh bantuan disalurkan secara resmi melalui Kampanye Arab Saudi untuk Mendukung Rakyat Palestina.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Presiden Kolombia Telepon Trump usai Dapat Ancaman Invasi
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Driver Ojol di Depok Dibegal Penumpangnya, Dibacok Lalu Motor Dirampas
• 10 jam laludetik.com
thumb
Pertamina Pertahankan Peringkat ESG Tertinggi Dunia Subindustri Migas Terintegrasi
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Demo Dicuekin, Mahasiswa Ngamuk Buang Sampah 2 Truk ke Kantor Wali Kota Tangsel
• 6 jam laluokezone.com
thumb
Kemlu RI Ungkap WNI di Venezuela Aman, Sudah Lakukan Persiapan Jika Terjadi Eskalasi Konflik
• 19 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.