Mentan lapor Prabowo pembangunan 5 pabrik pupuk rampung sebelum 2029

antaranews.com
1 hari lalu
Cover Berita
Karawang, Jawa Barat (ANTARA) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa pembangunan pabrik pupuk nasional berjalan sesuai rencana, dengan lima pabrik ditargetkan rampung dan diresmikan sebelum 2029 untuk memperkuat ketahanan pangan.

"Insya Allah lima (pembangunan pabrik pupuk) kita resmikan sebelum 2029," kata Amran pada Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan oleh Presiden Prabowo yang dihadiri 5.000 petani/penyuluh secara luring dan dua juta petani secara daring di Karawang, Jawa Barat, Rabu.

Dia menyampaikan pembangunan pabrik pupuk nasional terus berjalan sesuai rencana untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas petani.

Dalam laporannya, Amran menyampaikan pemerintah menargetkan pembangunan tujuh pabrik pupuk baru sebagai bagian dari strategi jangka panjang penguatan sektor pertanian nasional. Pembangunan tersebut dirancang untuk menjamin ketersediaan pupuk bagi petani secara berkelanjutan.

"Pembangunan tujuh pabrik tanpa membebani pemerintah Bapak Presiden," ucap Amran.

Baca juga: Prabowo umumkan swasembada, RI tak lagi bergantung pangan impor

Dari total tujuh pabrik pupuk yang direncanakan, lima di antaranya dipastikan akan rampung dan diresmikan sebelum 2029. Percepatan ini diharapkan mendukung agenda swasembada pangan sekaligus memperkuat pasokan pupuk nasional.

Meski demikian, Amran belum merinci secara detail sumber pendanaan pembangunan pabrik-pabrik pupuk tersebut. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan proyek berjalan tepat waktu dan memberi dampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan petani.

Diketahui, Pemerintah Indonesia segera membangun tujuh pabrik pupuk baru dalam lima tahun ke depan sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian industri pupuk nasional.

“Anggarannya kurang lebih Rp50 triliun,” kata Amran dalam jumpa pers di Kantor Kementerian Pertanian Jakarta, Rabu (22/10/2025).

Amran menilai bahwa pembangunan pabrik baru menjadi penting karena pabrik baru dengan teknologi efisien mampu menekan biaya produksi secara signifikan, terutama dalam penggunaan bahan baku gas.

Baca juga: Mentan bidik ekspor beras tahun ini setelah swasembada tercapai

Pabrik lama itu bisa menghabiskan hingga 43 persen biaya untuk gas, sementara pabrik baru hanya sekitar 22–23 persen.

Adapun anggaran pembangunan tujuh pabrik pupuk baru merupakan hasil langsung dari efisiensi dan pembenahan tata kelola pupuk subsidi.

Revitalisasi sistem subsidi pupuk yang sebelumnya berorientasi pada hilir kini digeser ke hulu, menghasilkan efisiensi besar bagi negara.

Melalui reformasi menyeluruh, Amran menyebut negara berhasil menghemat anggaran hingga Rp10 triliun, menurunkan biaya produksi pupuk sebesar 26 persen, serta meningkatkan laba PT Pupuk Indonesia secara signifikan.

Pada 2026, laba perusahaan diproyeksikan mencapai Rp2,5 triliun, dengan proyeksi total keuntungan mencapai Rp7,5 triliun.

Revitalisasi ini juga disebut membuka peluang peningkatan volume pupuk subsidi hingga 700 ribu ton secara bertahap sampai tahun 2029.

Baca juga: Presiden: Kejaksaan kembali akan sita 4-5 juta hektare lahan sawit
Baca juga: Amran copot 192 pejabat dan 2.300 distributor pupuk ganggu pertanian


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pakar Bongkar Fakta, Tak Ada Putusan MK yang Larang Polisi Aktif Duduki Jabatan Sipil
• 13 jam laludisway.id
thumb
Ketua MK dan Menkumham Tegaskan Seluruh Putusan Mahkamah Konstitusi Wajib Dijalankan
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Petugas UPS Badan Air Bersihkan Saluran Tanah Baru Jagakarsa
• 11 jam laludetik.com
thumb
Balita di Semarang Tewas Dianiaya Pacar Ibu, Mayatnya Dibuang ke Lahan Kosong
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Bersurat ke Polri, Forum Hakim Ad Hoc Bakal Demo di Istana
• 15 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.