REPUBLIKA.CO.ID, HANGZHOU — Selama berabad-abad dikenal sebagai jendela peradaban China yang telah eksis lebih dari 5.000 tahun, Hangzhou, ibu kota Provinsi Zhejiang, kini semakin gencar menarik arus kunjungan wisatawan global, termasuk dari Indonesia. Upaya tersebut dipimpin oleh Dinas Kebudayaan, Radio, Televisi, dan Pariwisata Hangzhou.
Hangzhou menawarkan perpaduan antara pesona kota modern dan kekayaan situs warisan budaya yang merepresentasikan perjalanan panjang peradaban China. Kota ini diposisikan sebagai destinasi unggulan yang menghadirkan kehangatan budaya, sejarah, dan inovasi.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});- Guru Tua Belum Juga Jadi Pahlawan Nasional, Begini Kata Menbud Fadli Zon
- Ekspor Papua Barat November 2025 Capai 272,14 Juta Dolar AS
- Status Pintu Air Pasar Ikan Naik Menjadi Siaga 2
China terus menempati jajaran lima besar destinasi utama wisatawan Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), lebih dari 300.000 wisatawan Indonesia berkunjung ke China pada Semester I-2025, atau sekitar 5,6 persen dari total perjalanan warga negara Indonesia ke luar negeri.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}
Hangzhou turut aktif mempromosikan daya tariknya kepada wisatawan Indonesia. Hal ini tercermin dari penerbitan Prangko Bersama Indonesia–China pada Agustus 2025 dalam rangka peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Keindahan Danau Beratan di Bali dan Danau Barat (West Lake) di Hangzhou menjadi visual utama dalam prangko edisi khusus tersebut.
Pesona Hangzhou ditopang oleh tiga Situs Warisan Dunia UNESCO yang masing-masing merepresentasikan bab penting sejarah dan kebudayaan China. Lanskap Budaya Danau Barat, yang diwujudkan melalui “Sepuluh Pemandangan Danau Barat”, merupakan mahakarya estetika klasik yang mencerminkan harmoni hubungan manusia dan alam selama lebih dari satu milenium.
Sementara itu, Kanal Besar (bagian Hangzhou), yang merupakan jalur air buatan terpanjang dan tertua di dunia, menyimpan kisah kejayaan ekonomi masa lampau dan kini berpadu dengan kehidupan kota modern.
Adapun Situs Arkeologi Kota Liangzhu menjadi bukti awal peradaban China yang telah berkembang lebih dari 5.000 tahun lalu. Struktur kota yang monumental, sistem pengelolaan air yang maju, serta artefak giok bernilai tinggi menjadi penanda asal-usul peradaban kuno tersebut. Atas dasar itu, Hangzhou kerap dijuluki sebagai “Kota Pertama China”.




