Peta Jalan ‘Physical AI’ Lenovo: Robot Anjing hingga Otak Mobil Pintar

kumparan.com
1 hari lalu
Cover Berita

Di hiruk-pikuk Consumer Electronics Show (CES) 2026, Lenovo tidak hanya berbicara soal laptop atau server. Raksasa teknologi ini mulai membuka kartu soal masa depan interaksi kecerdasan buatan (AI) dengan dunia fisik, atau yang mereka sebut sebagai Physical AI.

Dalam sesi khusus bersama media di Las Vegas, President Lenovo Asia Pacific, Amar Babu, memaparkan visi perusahaan yang kini merambah ke ranah robotika dan komputasi kendaraan (in-vehicle computing).

Ini bukan sekadar konsep, Lenovo menegaskan posisi unik mereka sebagai pemain yang bisa merancang sekaligus memproduksi perangkat keras canggih tersebut.

"Jadi hari ini sebenarnya kami memiliki kemampuan untuk merancang dan memproduksi robot. Sangat sedikit perusahaan yang memiliki kemampuan untuk melakukan keduanya," ujar Amar Babu di hadapan jurnalis di Las Vegas, Amerika Serikat.

Salah satu wujud nyata dari Physical AI ini adalah kehadiran "Robo Dog" atau robot anjing yang dipamerkan di booth Lenovo. Robot berkaki empat ini bukan mainan, melainkan solusi industri untuk area-area berbahaya.

Amar menjelaskan kegunaan spesifik dari robot ini, terutama untuk sektor industri berat dan keamanan.

"Jadi, sekarang anjing robot pada dasarnya adalah versi hewan dari robot. Tapi itu sebenarnya sangat bagus untuk pengawasan. Karena anjing robot itu sebenarnya bisa berkeliling seperti di pembangkit listrik, medan yang sulit. Anda sebenarnya bisa menggunakannya untuk pengawasan, untuk memeriksa perimeter, pengawasan dan hal-hal seperti itu," jelas Amar.

Selain robotika, Physical AI Lenovo juga menyasar industri otomotif melalui In-Vehicle Computing.

Di sektor ini, Lenovo menggandeng NVIDIA untuk menyediakan otak pemrosesan yang kuat di dalam kendaraan. Amar menggambarkan mobil masa depan pada dasarnya memiliki kemiripan dengan robot dalam hal kompleksitas sistem.

"In-Vehicle Computing dalam beberapa hal seperti robot. Tapi itu sekali lagi sangat spesifik. Jadi kami bekerja dengan beberapa pelanggan di beberapa pasar di mana kami telah memberikan perangkat kerasnya, kami sebenarnya bekerja dengan NVIDIA untuk perangkat keras untuk In-Vehicle Computing. Tetapi mereka yang membangun solusinya," ungkap Amar.

Strategi Physical AI ini sendiri merupakan bagian dari visi besar Lenovo dalam membangun ekosistem Hybrid AI yang menyeluruh. Fan Ho, Executive Director & General Manager Lenovo Asia Pacific untuk Solutions & Services Group (SSG), menekankan kekuatan Lenovo terletak pada kemampuan mereka menyediakan solusi dari ujung ke ujung (end-to-end).

"Jadi ini sebenarnya akan menjadi beberapa teknologi keren dan juga beberapa R&D yang sebenarnya sangat kami fokuskan, untuk benar-benar membuat, AI di ujung jari pelanggan," kata Fan Ho.

Dengan pendekatan ini, Lenovo tidak hanya menjual perangkat keras, tetapi membangun infrastruktur di mana AI dapat "hidup" dan berinteraksi langsung dengan dunia fisik, mulai dari lantai pabrik, jalan raya, hingga ke genggaman tangan pengguna.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Customer Service Mobile Perkuat Pelayanan KAI Daop 4 Semarang Selama Angkutan Nataru 2025/2026
• 22 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Diancam Trump, Pemimpin Sementara Venezuela Delcy Rodríguez: Tuhan Tentukan Nasib
• 10 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Bidik Gelar Juara IBL 2026, Pelita Jaya Rombak Skuad dan Pasang Target Bintang Kelima
• 13 jam lalutvrinews.com
thumb
Purbaya Proyeksi Ekonomi 2025 Tumbuh 5,2 Persen di Tengah Dinamika Kurs dan Harga Minyak
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Lestari Moerdijat Sorot Penyebaran Ideologi Kekerasan: Ancaman Serius!
• 20 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.