Kementerian ATR/BPN Ungkap Cara Alih Status Girik Menjadi Sertifikat Tanah 

idxchannel.com
1 hari lalu
Cover Berita

Kementerian ATR/BPN mengimbau masyarakat yang masih memegang girik untuk segera mendaftarkan menjadi sertifikat tanah. 

Kementerian ATR/BPN Ungkap Cara Alih Status Girik Menjadi Sertifikat Tanah. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengimbau masyarakat yang masih memegang girik untuk segera mendaftarkan menjadi sertifikat tanah. 

Ketentuan mengenai tidak berlakunya surat tanah lama, seperti girik, verponding, dan bukti hak barat lainnya, tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2021.

Baca Juga:
Perangi Mafia Tanah, Kementerian ATR/BPN Selamatkan Aset Negara Senilai Rp80,5 Triliun di 2025

"Masyarakat yang sampai hari ini masih memiliki girik tidak perlu khawatir atau termakan informasi-informasi yang tidak bertanggung jawab. Apabila tanahnya ditempati, dikuasai, tetap dapat dimohonkan sertifikat tanahnya melalui kantor pertanahan," kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Kementerian ATR/BPN, Shamy Ardian dalam keterangan resmi, Rabu (7/1/2026). 

Dalam Pasal 95 PP tersebut dijelaskan bahwa alat bukti tertulis tanah bekas hak barat dinyatakan tidak berlaku dan status tanahnya menjadi tanah yang dikuasai langsung oleh negara apabila tidak didaftarkan.

Baca Juga:
Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Kantor Pertanahan Buka selama Libur Nataru

Meski demikian, dokumen tanah lama tidak serta-merta diabaikan. Girik dan surat sejenis masih dapat digunakan sebagai petunjuk dalam rangka pendaftaran tanah sampai diterbitkannya Sertifikat Hak Milik (SHM).

Untuk dapat mengajukan permohonan pembuatan sertifikat, masyarakat cukup membuat beberapa surat pernyataan terkait riwayat kepemilikan dan penguasaan tanah yang dikuatkan oleh sekurangnya dua orang saksi dan diketahui pemerintah desa atau kelurahan setempat.

Baca Juga:
BNPB: Tanah di Sejumlah Wilayah Sumatera Masih Labil, Berpotensi Ganggu Pemulihan Infrastruktur

"Untuk dua orang saksi itu harus yang mengetahui dan bisa menguatkan riwayat kepemilikan serta penguasaan fisik tanah oleh pemohon, biasanya tetangga sekitar atau tokoh masyarakat yang mengetahui tanah tersebut sudah dikuasai secara fisik dalam jangka waktu lama," ujar Shamy.

Terkait biaya pengurusan sertifikat, Shamy menuturkan bahwa hal tersebut bervariatif tergantung jenis penggunaan tanah, luasan, dan lokasinya. 

"Untuk simulasi syarat dan biaya, masyarakat bisa lihat secara detail di aplikasi Sentuh Tanahku," ucapnya.

Dia menambahkan, seluruh biaya pengurusan sertipikat mengacu pada ketentuan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta kewajiban perpajakan yang berlaku. Masyarakat diimbau untuk menanyakan langsung rincian biaya ke kantor pertanahan agar memperoleh informasi yang jelas dan transparan.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bacaan Sujud Lengkap: Arab, Latin, Arti, dan Tata Cara Sesuai Sunnah
• 10 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Drew Barrymore Ungkap Makna Tato Ikan Sarden, Simbol Dua Putri dan Luka Masa Kecil
• 31 menit laluinsertlive.com
thumb
Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 736,3 Triliun hingga 31 Desember 2025
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Marc Klok dan Eliano Reijnders Kembali, Persib Bandung Siap Hancurkan Persija
• 2 jam lalugenpi.co
thumb
Golkar Setuju Pilkada Lewat DPRD Jika Partisipasi Rakyat Tetap Maksimal
• 10 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.