Maduro Ditangkap Hidup-Hidup, Dunia Terdiam: Pesan Mematikan AS untuk Xi Jinping

erabaru.net
1 hari lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Penangkapan hidup-hidup Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh militer Amerika Serikat pada 3 Januari 2026 bukan hanya mengguncang tatanan politik Amerika Latin, tetapi juga memicu gelombang ketegangan geopolitik global. Sejumlah analis menilai operasi ini telah menciptakan efek kejut yang jauh melampaui Venezuela—terutama terhadap rezim otoriter Partai Komunis Tiongkok (PKT) dan pemimpinnya, Xi Jinping.

Operasi Intelijen Tingkat Tinggi

Keberhasilan penangkapan Maduro dinilai bukan peristiwa kebetulan. Para pengamat meyakini Amerika Serikat telah menguasai intelijen rahasia tingkat sangat tinggi sebelum operasi dimulai, termasuk informasi tentang rute pelarian, lokasi rumah aman, dan bahkan titik persembunyian terakhir Maduro.

Menurut sejumlah analis keamanan, faktor penentu keberhasilan bukan semata kekuatan militer, melainkan kolaborasi intelijen dan pengkhianatan dari lingkaran dalam kekuasaan. Dalam konteks inilah, Xi Jinping dinilai menghadapi ketakutan terbesar: bukan serangan militer dari luar, melainkan potensi pengkhianatan dari orang-orang terdekatnya sendiri.

Sinyal Pencegah Ekstrem Trump

Pasca penangkapan Maduro, pemerintahan Presiden Donald Trump secara berturut-turut melepaskan sinyal pencegah ekstrem kepada berbagai negara. Tekanan ini menyasar Kuba, Meksiko, Kolombia, Iran, hingga Greenland—menggunakan bahasa diplomatik yang keras dan cakupan yang luas.

Sejumlah pengamat menyebut langkah tersebut sebagai tekanan terkoordinasi terhadap rezim otoriter, negara bermasalah, serta sisa-sisa pengaruh komunisme global, menandai bahwa dunia tengah memasuki fase geopolitik baru yang lebih konfrontatif.

Pesan Tegas ke Beijing di Kawasan Indo-Pasifik

Dalam perkembangan terpisah, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, seusai latihan militer gabungan di kawasan Taiwan, secara resmi menyampaikan kepada Beijing bahwa Amerika Serikat berkomitmen melindungi Taiwan dan Philipina. Dia menuntut Tiongkok segera menghentikan tindakan provokatif di kawasan tersebut dan memperingatkan agar Beijing tidak memancing keterlibatan militer AS.

Operasi militer AS terhadap Venezuela—yang selama ini dikenal pro-Beijing—dinilai sebagai pesan tidak langsung namun sangat tegas kepada Tiongkok agar tidak bertindak gegabah.

Menariknya, dalam 24 jam setelah penangkapan Maduro, tidak satu pun pesawat militer Tiongkok terpantau mengganggu wilayah udara Taiwan—sebuah anomali yang langsung memicu spekulasi luas di kalangan analis.

“Pemenggalan Kepemimpinan” Jadi Ketakutan Diktator

Di media sosial, sebuah komentar warganet menjadi viral: “Para diktator tidak takut senjata nuklir. Yang paling mereka takuti adalah pemenggalan kepemimpinan.”

Amerika Serikat dinilai telah memperlihatkan satu kartu strategis yang jarang digunakan: menangkap pemimpin hidup-hidup, bukan sekadar mengeliminasinya. Strategi ini membuka peluang hukum, intelijen, dan politik yang jauh lebih besar.

Target Sebenarnya: Beijing

Pengusaha Shanghai, Hu Liren menyampaikan analisisnya melalui media sosial. Menurutnya, di permukaan peristiwa ini tampak sebagai kejatuhan seorang diktator Amerika Latin. Namun sejatinya, target strategis utama operasi ini adalah Beijing.

Hu menilai penangkapan Maduro bukan sekadar menjatuhkan individu, melainkan memanfaatkan kesaksiannya untuk membuka jaringan infiltrasi PKT di Amerika dan dunia. Jika proses kesaksian dimulai, jaringan pengaruh yang dibangun Tiongkok selama bertahun-tahun di kawasan Amerika bisa runtuh secara menyeluruh.

Peringatan “Soleimani” untuk PKT

Jurnalis senior keamanan nasional AS, Bill Gertz pada 28 Desember 2025 menulis bahwa jika PKT menyerang Taiwan, Beijing berpotensi menghadapi skenario mirip operasi Qasem Soleimani—serangan drone pemenggalan kepemimpinan yang menargetkan elit tertinggi, termasuk Xi Jinping.

Namun, mantan pejabat Departemen Pertahanan AS, Hu Zhendong menegaskan perbedaan mendasar: kasus Soleimani adalah pembunuhan, sedangkan penangkapan Maduro adalah penangkapan hidup-hidup, yang jauh lebih menghancurkan secara psikologis dan politis.

Dalam wawancara dengan NowNews Today, Hu Zhendong menyebut operasi ini sebagai mimpi buruk terbesar Xi Jinping, karena menunjukkan bahwa AS mampu menembus inti kekuasaan lawan melalui intelijen, bukan sekadar kekuatan senjata.

Simbol Ketakutan di Dalam Negeri Tiongkok

Pada 3 Januari 2026, hari yang sama dengan penangkapan Maduro, sebuah patung kuda terikat di Provinsi Shanxi tiba-tiba dibongkar pada tengah malam. Pihak pengelola menyebutnya sebagai “keadaan kahar akibat dampak negatif”.

Warganet menafsirkan “keadaan kahar” tersebut sebagai perintah dari tingkat tertinggi, mencerminkan kegelisahan elite PKT terhadap situasi global yang memburuk.

Eskalasi Regional: Iran dan Timur Tengah

Sementara itu, karena milisi yang didukung Iran menolak melucuti senjata, media Kurdistan 24 melaporkan bahwa pasukan elit Delta Force AS telah dikerahkan ke perbatasan Irak—khususnya di kawasan pertemuan Irak, Suriah, dan Yordania—dan siap melakukan aksi langsung kapan saja.

Di Iran, sistem radar pengawasan udara di Teheran dan kota-kota besar lainnya telah diaktifkan. Bahkan, di beberapa wilayah, warga dilaporkan mulai mengganti nama jalan menjadi “Jalan Trump”, sebuah simbol perubahan psikologis yang mencolok.

Kesadaran yang Ditakuti PKT

Di Tiongkok daratan, sebuah video yang memperlihatkan pria dan wanita dari berbagai latar belakang bersumpah: “Jika diberi senjata, tidak satu pun musuh sejati akan lolos.”

Video tersebut dengan cepat disensor. Para analis menilai inilah ketakutan terbesar PKT: kesadaran politik yang meluas, tidak hanya di kalangan bawah, tetapi juga berpotensi tumbuh di semua lapisan masyarakat, termasuk elite.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Terungkap. Ini Pelatih yang Akan Dampingi MU Saat Bertemu Brighton
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
9 Keutamaan Mandi Wajib, Lengkap dengan Bacaan Niat dan Tata Cara
• 12 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Banyuwangi Jadi Penopang Swasembada Pangan, Surplus Ratusan Ribu Ton Beras dan Jagung
• 21 jam laluberitajatim.com
thumb
Presiden Prabowo Terharu Rakyat Indonesia Bahagia, Negara Lain Bingung
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
Cerita DJ Donny, Sherly Annavita, dan Iqbal Damanik Alami Teror, Apa Motif Pelaku? | ROSI
• 11 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.