Bebani Jabar Rp 100 Miliar per Tahun, Kertajati Kosong Melompong, Hanya Ada Orang Wisata Gelar Tikar

republika.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, MAJALENGKA -- Kondisi Bandara Inetrnasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, dinilai membebani keuangan Pemprov Jabar. Dengan dukungan anggaran hingga Rp 100 miliar per tahun, bandara tersebut dinilai tidak memberikan keuntungan. 

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1754473276648-0'); });

Hal itu disampaikan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM. "Beban utang kita tinggi. Satu dana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional), kedua membiayai Kertajati, kita ngebiayaain terus, hasilnya gak ada," kata KDM dalam video di akun YouTubenya, dikutip Republika, Rabu (7/1/2026).

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Baca Juga
  • Bantah Penggeledahan Kejagung, Kemenhut Bilang Hanya Pencocokan Data
  • Ketika Warga Memanfaatkan Sepinya Bandara Kertajati, dari Live TikTok hingga Rekreasi
  • Komnas Perempuan dan Kompolnas Minta Polri Usut Pelaku Teror terhadap Aktivis dan Pegiat Sosial

“Kita membiayai sesuatu yang tidak menghasilkan apa pun, gitu lho. Padahal lembaga bisnis itu, lembaga penerbangan bisnis,” tambah KDM, saat berbincang dengan sejumlah jajarannya.

KDM pun bertanya kepada Kepala Bappeda Jabar, Dedi Mulyadi, mengenai kemungkinan menghentikan pembiayaan Bandara Kertajati. "Pertanyaan saya bisa nggak sih, karena kita ngebiayain terus gak ada hasilnya Kertajati setop dulu deh? Ya kita harus jujur Pak," ucap KDM.

'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}

Berdasarkan pantauan Republika, Rabu (7/1/2026) siang, suasana bandara terasa sepi tanpa adanya satupun aktivitas penerbangan. Suasana sepi sudah mulai terasa sejak memasuki area bandara.

Halaman depan yang berfungsi sebagai tempat parkir terlihat kosong tanpa ada satupun kendaraan. Di tempat parkir itu hanya terlihat sejumlah rombongan warga yang berekreasi. Mereka menggelar tikar dan makan-makan dari bekal makanan yang sudah mereka siapkan.

Suasana sepi pun berlanjut di lobi bandara. Sejumlah gerai makanan terlihat tutup, hanya menyisakan satu minimarket yang masih buka.

Begitu pula saat memasuki ruangan dalam bandara di lantai dasar. Tidak ada satupun aktivitas yang berlangsung di sana. Bahkan, semakin masuk ke dalam ruangan, suasana cukup gelap akibat minim penerangan. Hanya toilet dan mushola yang memiliki penerangan cukup dan bisa digunakan oleh warga yang berwisata.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1676653185198-0'); });

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ispa dan Otot Kaku, Jadi Keluhan Korban Banjir di Pidie Jaya
• 2 jam lalugenpi.co
thumb
Universitas Esa Unggul Gelar Seminar Nasional: Perubahan Iklim Jadi Isu Besar Kesehatan Publik
• 23 jam laludisway.id
thumb
Hak Asuh Jatuh ke Tangan Ridwan Kamil, Asal Usul Anak Angkat Atalia Praratya Diungkap Pengacara: Orang Tuanya...
• 22 jam lalugrid.id
thumb
Kepala BGN Klaim Kasus Keracunan Program MBG Turun Drastis, Ini Datanya
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Fakta-Fakta Pramugari Gadungan yang Nekat Naik Pesawat, Lamar Kerja tapi Gagal hingga Beli Seragam secara Online
• 3 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.