Enam Saham Kena Suspensi Usai Harga Melonjak Tajam

wartaekonomi.co.id
1 hari lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk (BBSS) menyusul lonjakan harga kumulatif yang dinilai signifikan. Kebijakan suspensi ini diberlakukan mulai 8 Januari 2026 sebagai langkah cooling down demi melindungi investor.

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menjelaskan, “Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk (BBSS), dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk (BBSS) pada tanggal 8 Januari 2026.”

Pada penutupan perdagangan Rabu (7/1), saham BBSS melesat 16,80% ke level Rp730. Dalam sepekan terakhir, penguatannya bahkan menembus 83,42%, sehingga memicu perhatian otoritas bursa.

Baca Juga: Ada yang Borong Saham INTA Senilai Rp22,36 Miliar

Selain BBSS, BEI juga menjatuhkan suspensi terhadap sejumlah saham lain yang mencatat lonjakan signifikan. PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) ditutup menguat 16,85% ke Rp10.750 dengan kenaikan 80,67% dalam sepekan. PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk (SIPD) naik 9,92% ke Rp1.330 dan telah menguat 18,22% dalam sepekan.

Saham PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM) juga menguat 9,91% ke Rp122 dengan kenaikan mingguan 45,24%. Sementara itu, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) ditutup naik 7,78% ke Rp180 atau melonjak 109,30% dalam sepekan. Terakhir, PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) naik 10,26% ke Rp258 dengan penguatan mingguan 54,49%.

Baca Juga: Ini Saham-saham Pilihan Asing Saat IHSG Kembali Cetak Rekor

Penghentian sementara perdagangan saham-saham tersebut dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai. Langkah ini bertujuan memberi waktu yang memadai bagi pelaku pasar agar dapat mempertimbangkan keputusan investasi secara lebih matang berdasarkan informasi yang tersedia.

Yulianto turut mengingatkan, “Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan.”


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pencairan ATENSI YAPI Januari 2026: Ini Nominal Bantuan dan Cara Cek Penerimanya
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Rektor UMY Dorong Pengurus KAUMY Perkuat Beasiswa untuk Anak-Anak Alumni UMY
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Tak Ingin Ada Konflik, Inara Rusli Harap Wardatina Mawa Terima Dirinya sebagai Istri Kedua
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
PDIP Nilai Kritik Pandji Pragiwaksono Sah dan Dilindungi Konstitusi
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Khamenei Tuduh AS Tunggangi Demo di Iran
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.