EtIndonesia. Pelaku bernama Claudio Neves Valente (48 tahun), pada 13 Desember 2025 lalu melepaskan tembakan di sebuah gedung teknik Universitas Brown, menewaskan dua mahasiswa dan melukai sembilan orang.
Dua hari kemudian, ia kembali membunuh seorang profesor MIT, Nuno F. G. Loureiro, di Boston. Pada tanggal 18 bulan lalu, Valente ditemukan tewas di sebuah gudang di Negara Bagian New Hampshire; polisi menyatakan kematiannya sebagai bunuh diri.
Pejabat Departemen Kehakiman AS mengatakan pada Selasa (6 Januari) bahwa saat penyelidik menggeledah ruang penyimpanan yang digunakan Valente, mereka menemukan sebuah perangkat elektronik yang berisi serangkaian video pendek yang direkam Valente setelah penembakan. Rekaman tersebut dibuat di ruang penyimpanan itu setelah insiden terjadi.
Berdasarkan terjemahan bahasa Inggris yang disediakan Departemen Kehakiman, pelaku tampak berbicara dengan pikiran yang kacau dalam rekaman tersebut dan sebagian besar membahas kematian yang akan datang. Ia menyebutkan bahwa dirinya menghabiskan setidaknya enam semester untuk merencanakan serangan ini.
“Saya tidak pernah berniat melakukannya di ruang kuliah atau auditorium. Saya ingin melakukannya di ruangan biasa,” katanya saat menyinggung penembakan di Universitas Brown. “Saya memiliki banyak kesempatan—terutama semester ini—tetapi saya selalu mengurungkan niat di saat-saat terakhir.”
Ia juga tidak menunjukkan penyesalan sedikit pun. Bahkan, ia mengeluhkan cedera pada matanya saat menembak profesor tersebut.
“Dalam rekaman video, Neves Valente sama sekali tidak menunjukkan rasa penyesalan; sebaliknya, ia menyalahkan kematian mahasiswa yang tidak bersenjata dan tidak bersalah kepada para korban itu sendiri, serta mengeluhkan cedera yang dia timbulkan pada dirinya saat menembak mati profesor MIT dari jarak dekat. Hal ini menyingkap jati diri pelaku yang sebenarnya,” demikian pernyataan Kantor Kejaksaan Distrik Massachusetts.
Pernyataan tersebut juga menegaskan bahwa penyelidikan terkait motif penembakan masih berlangsung.
Berdasarkan bukti yang telah ditemukan dan dianalisis sejauh ini, pihak berwenang menilai bahwa insiden penembakan ini tidak menimbulkan ancaman berkelanjutan terhadap keselamatan publik. (Hui)
Laporan terjemahan oleh reporter Jin Jing / Editor Wen Hui



