Kejagung Cocokkan Data Kawasan Hutan di Kemenhut

tvrinews.com
23 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ridho Dwi Putranto

TVRINews, Jakarta 

Pencocokan dokumen dilakukan untuk melengkapi alat bukti penyidikan dugaan tambang di hutan lindung Konawe Utara.

Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) mendatangi kantor Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementerian Kehutanan, pada Rabu, 7 Januari 2026. Kunjungan tersebut dilakukan untuk kepentingan penyidikan terkait perubahan fungsi kawasan hutan.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan penggeledahan, melainkan pencocokan dan penyesuaian data yang dibutuhkan penyidik.

“Benar, kemarin penyidik Kejaksaan Agung mendatangi kantor Direktorat Jenderal Planologi. Kegiatan tersebut bukan penggeledahan, melainkan pencocokan data untuk kepentingan penyidikan,” kata Anang kepada wartawan, Kamis, 8 Januari 2026.

Baca Juga: Kemenhut Tegaskan Kedatangan Kejagung Bukan Penggeledahan

Pencocokan Data Kawasan Hutan Lindung

Anang menjelaskan, pencocokan data dilakukan terkait perubahan fungsi kawasan hutan, khususnya kawasan hutan lindung di sejumlah daerah. Penyidik mendatangi langsung Kementerian Kehutanan guna mempercepat proses pengumpulan data dan memastikan kesesuaian dokumen yang diperlukan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjamin akurasi data dalam perkara yang sedang ditangani Kejagung.

Terkait Dugaan Tambang di Hutan Lindung

Menurut Anang, penyidikan ini berkaitan dengan dugaan aktivitas pertambangan oleh dua perusahaan tambang yang diduga memasuki kawasan hutan lindung di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.

Aktivitas tersebut diduga terjadi akibat pemberian izin oleh kepala daerah setempat pada saat itu yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Sejumlah data dan dokumen yang diperlukan dalam penyidikan telah diberikan oleh pihak Kementerian Kehutanan dan dicocokkan dengan data yang dimiliki penyidik,” ujarnya.

Kemenhut Dinilai Kooperatif

Anang menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan pencocokan data berjalan lancar. Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan dinilai kooperatif serta membantu penyidik dengan memberikan dokumen yang dibutuhkan.

“Kegiatan ini merupakan langkah lanjutan dalam rangka perbaikan tata kelola kehutanan atau forest governance, agar pengelolaan hutan Indonesia ke depan semakin tertib dan berkelanjutan,” pungkas Anang.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bukan Sekadar Pasangan Layar, Arya Saloka dan Caitlin Halderman Bangun Chemistry Serius
• 1 jam lalugrid.id
thumb
Masa Depan Robert Lewandowski di Barcelona Masih belum Jelas
• 5 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Keterbatasan Armada Jadi Penyebab Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Viral Kim Jong-Un Angkat Putrinya dengan Forkliff, Disebut Tekankan Konsep Keluarga Besar Sosialis
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Kudeta Rakyat di Iran? Kota Industri Jatuh, Intelijen Dipenggal, Elite Mulai Retak
• 2 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.